Selamat Membaca Kamar Naya Naya berbaring di atas kasur sambil menatap langit-langit kamarnya. Mengingat semua perkataan Alena tadi pagi, hatinya terasa sakit. Hingga tanpa terasa akhirnya, dia tertidur lelap dalam linangan air mata. *** Ibu Naya memasak banyak makanan kesukaan Naya hari ini. Selesai memasak, dia segera mencari Naya di kamarnya. Ibunya tersenyum mendapati Naya sedang tertidur pulas. "Anak ini, gak biasanya kamu tidur jam segini." Gumamnya. Ibunya duduk di samping Naya, sungguh terkejut saat melihat pipi Naya yang dipenuhi bekas linangan air mata. "Ada apa sebenarnya Nay, kenapa kamu Sepertinya sedih sekali? Apa kamu tidak bahagia? Apa Tuan Zio memperlakukan mu dengan buruk?" Tiba-tiba hatinya berdenyut nyeri, membayangkan Naya tersiksa selama pernikahan nya. I

