Selamat Membaca Naya menoleh ke arah Alena dan menatap nya dengan heran. "Kenapa? Heran mendengar perkataan ku?" Tersenyum sinis. Naya diam sambil menghela napasnya dalam-dalam. "Dengar aku tidak suka suamiku dekat-dekat dengan wanita lain! Dia suami ku! Kamu hanyalah wanita yang menjadi rahim pengganti untuk ku! Jadi jangan suka kepedean akan dapat cinta dari suamiku! Satu hal lagi, pergilah kamu yang jauh kemanapun kamu mau dan kembali lah setelah anak itu lahir dan serahkanlah kepadaku!" Alena berkata dengan suara yang lantang dan penuh penekanan. Naya sampai terkejut mendengar perkataan Alena. Rasanya sungguh tak percaya kata-kata pedas dan menyakitkan bisa keluar dari mulut Alena. Naya berdiri dan menatap tajam kepada Alena. Kini posisi mereka saling berhadapan. "Nyonya ped

