Selamat Membaca . Alena masih diam mematung. Zio segera membawa Alena kedalam pelukannya. "Maafkan aku ya, I love you." Zio mencium puncak kepalanya lembut. Alena kembali tersenyum. "Aku tahu Zi, rasa cintamu tetap untuk ku." Alena berkata dengan lirih, ada senyuman terbit dari bibirnya. "Tentu sayang, Zio berkata pelan tapi dalam hatinya merasa tak enak hati saat berucap. Tak seperti biasanya, sungguh aneh pikir nya. Zio berjalan beriringan menuju kamar Alena, tangan nya tak lepas dari merengkuh bahu Alena penuh sayang. Sementara tangan Alena melingkar di pinggang Zio posesif. Mereka tidak tahu kalau Naya memperhatikan mereka dari pintu yang belum di tutup. "Maaf jika aku membuat hubungan kalian jadi retak. Tak ada niat dihatiku untuk membuat kalian bertengkar. Mungkin benar per

