Termanipulasi Keadaan (1)

1640 Kata
Satu minggu telah berlalu dari tahun ajaran yang baru, kini Zizi telah menduduki bangku kelas XI. Zizi dan Vanya seperti tidak ditakdirkan untuk berpisah, walaupun kelas sudah dirombak ulang namun mereka berdua masih saja berada dalam kelas yang sama. Hesti duduk dikelas XI IPA B. Sedangkan mereka berdua di kelas XI IPA A. Zizi dan Alka tidak dalam kelas yang sama lagi karena dari jurusan yang mereka ambil pun juga berbeda, Zizi pada jurusan IPA sedangkan Alka pada jurusan IPS. Hubungan keduanya pun tidak begitu dekat lagi karena jarak kelas yang memisahkan dan berita gosip tentang hubungan mereka yang semakin membuat hubungan mereka berdua menjadi renggang. Alka sudah hampir tidak pernah menghubungi Zizi lagi, dan Zizi pun tidak begitu mempunyai keberanian untuk menghubungi Alka karena Zizi merasa tidak mempunyai alasan untuk menghubunginya, ditambah lagi dengan kesibukan Zizi dalam organisasi sekolah membuat ia benar-benar jauh dari sosok yang selama ini dekat dengannya. Zizi tergabung dalam kepengurusan OSIS periode tahun ajaran tersebut, ia menjabat dalam seksi bidang Kepribadian dan Berbudi Pekerti Luhur, sekaligus ia juga menggantikan posisi Vera sebagai Ketua Umum organisasi PMR, PIK-Remaja dan UKS. Selama ini, ketika mereka berdua terus menjadi bahan ledekan oleh teman-teman satu angkatan mereka kalau mereka berdua sama-sama menyukai satu sama lain, Zizi selalu menyangkalnya karena bagi Zizi hubungan mereka berdua memang benar-benar hanya sebatas teman. Kehilangan komunikasi atau yang sering disebut orang zaman sekarang misscomunication antara Zizi dan Alka, membuat Zizi merasa kehilangan, ia pun tidak mengerti rasa kehilangan seperti apa yang tengah ia rasakan saat ini. Kehilangan sosok seorang teman atau lebih, yang Zizi tahu ia merasa sangat kehilangan Alka, ia ingin hubungannya dengan Alka seperti ketika mereka masih duduk dalam satu kelas, masih bisa belajar bersama, tertawa bersama, kemudian susah bersama dan hal-hal lain yang kini dirindukan oleh Zizi. Gaduhnya suara ruang kelas saat jam pelajaran yang kosong adalah hal biasa yang terjadi di sekolah mereka. Jam mata pelajaran Biologi yang ruang kelasnya berseberangan dengan ruang kelas Ekonomi, kelas Zizi dan Alka selalu berseberangan. Karena keasyikkan bersenda gurau dengan teman-temannya, Zizi mendadak ingin ke toilet. Entahlah, bisa dikatakan rezeki atau musibah ketika ia melangkahkan kaki menuju keluar kelas, ternyata Alka pun sedang berjalan ingin keluar kelas juga. Sejenak mereka saling bertatapan, namun buyar ketika semua teman kelas Zizi dan Alka mulai menyoraki mereka sehingga membuat mereka merasa malu dan mulai salah tingkah. "ciecie..yang lagi janjian diluar nih." Seru salah satu teman mereka. "janjian kok gak ngajak-ngajak sih." Ledek Vanya. "eh van kalo ngajak-ngajak kan gak romantis tuh." Timbal Indra. "udah Al, gak usah malu. Kita-kita bakal tutup mata kok." Ledek salah satu teman satu kelas Alka. "kita gak janjian kok, kalian aja yang terlalu mendramatisir keadaan. Gue mau ke toilet kok." Jelas Zizi. Alka tidak mengeluarkan sepatah katapun, ia hanya tersenyum menghadapi sikap teman-temannya yang telah meledek mereka berdua semakin menjadi-jadi. "kita kan cuma temenan. Iya kan Al?" Tanya Zizi pada Alka untuk meyakinkan teman-teman mereka. Namun, Alka masih tetap diam membisu. Hanya senyuman yang ia lontarkan pada Zizi sehingga membuat Zizi benar-benar kesal pada Alka karena Zizi berharap agar Alka menjawab pertanyaan Zizi misalnya dengan kalimat iya kita cuma temenan. Setidaknya membuat teman-teman mereka sedikit berkurang dalam menggoda mereka terus. "tuh Zi, Alka aja gak ngakuin kalo kalian itu temenan. Gimana tuh?" Tanya gusti teman satu kelas Alka. "Alka itu pengennya lebih dari teman Zi." Seru Alvino. "apaan sih." Dengan nada yang sedikit datar, akhirnya Alka mengeluarkan kalimat juga dari mulutnya. "udah ah, terserah kalian mau bilang apa." Jawab Zizi yang sudah mulai menyerah dalam mengklarifikasi tentang hubungannya dengan Alka. Zizi pun berlalu meninggalkan kelas dan langsung menuju ke toilet. Setiap Zizi dan Alka bertemu muka, mereka tidak pernah bertegur sapa lagi yang ada hanyalah berjalan sambil menundukkan kepala mereka masing-masing, terkadang juga ketika mereka berpapasan Alka selalu melihat kedinding yang ada disebelahnya tanpa memperdulikan Zizi yang sedang melintas disampingnya, sedangkan Zizi selalu sibuk melihat kuku-kukunya walaupun ketika Alka telah berlalu dibelakangnya, Zizi masih menolehkan kepalanya berharap Alka akan menolehnya juga. Namun harapan itu hanya lah harapan Alka sama sekali tidak pernah menoleh Zizi. jangankan menegur, menoleh pun ia tidak ingin. Ucap Zizi dalam hati.              *** Suara Adzan magrib telah terdengar berkumandang, menyerukan kepada umat muslim untuk segera melaksanakan sholat magrib, dengan segera Zizi langsung berwudhu dan kemudian sholat berjamaah bersama ayah dan bundanya. Sejak kecil, Zizi selalu diajarkan oleh kedua orang tuanya untuk tidak meninggalkan sholat 5 waktu dan tetap membaca Al-Quran. Kedua orang tuanya selalu mendidik Zizi dengan baik hingga sampai saat ini pun Zizi belum pernah meninggalkan sholat 5 waktunya, walaupun terkadang masih sering tidak tepat pada waktunya. Ya Allah, Zizi pengen banget sholat jamaahan kayak gini bareng Alka. Walaupun mungkin hanya untuk satu kali saja. Kaimat tersebut terselip dalam doanya. Setelah selesai melipat mungkenanya, terdengar suara ponsel Zizi berbunyi, isyarat pesan masuk. Dengan segera Zizi meraih ponselnya dan kemudian membuka pesan tersebut. Zi, boleh minta nomor handphone Indra gk? Sender : xxxx77966780 Ini siapa? Nih.. 085268989828 Delivered to : xxxx77966780 Ini Anka Zih. Mkasih ya Sender : xxxx77966780 Kembali kasih, tp sory nm gue gk pake huruf H diblkangnya Delivered to : xxxx77966780 Oh.. iya sayang. Sender : xxxx77966780 Zizi mulai bingung ketika membaca pesan dari Anka yang terakhir. Mungkin salah kirim. Pikir Zizi. karena Anka teman satu organisasi Zizi yang menjabat sebagai ketua UKS tersebut saat itu sedang tengah menjalin hubungan dengan Debi adik tingkat mereka dan merupakan adik tingkat Zizi sewaktu SMP juga, jadi Zizi sedikit mengenal Debi dan Anka. Zizi tidak lagi membalas pesan tersebut. Sory Zi, gue salah kirim Sender : xxxx77966780 Iya tdk apa ka.. Delivered to : xxxx77966780 Sejak saat itu Anka menjadi sering bertanya banyak hal pada Zizi, mulai tentang organisasi, nomor ponsel teman dan hal lainnya sampai Zizi pun terkadang harus mendengarkan curhatannya yang ia tuliskan panjang lebar melalui pesan singkat tersebut, tidak pernah tentang mata pelajaran karena mereka tidak dalam satu jurusan. Anka jurusan IPS. Zizi dan laki-laki yang memiliki tinggi badan 170, dan guester tubuh yang cukup ideal, bentuk wajah yang oval dan menyandang gelar Purna Paskibraka Indonesia itu pun mulai semakin dekat sebagai seorang sahabat. Zizi senang berteman dengan Anka, orangnya asyik walaupun terkadang konyol, baik, dan yang jelas Zizi nyaman berteman dengannya walau harus mendengarkan curhatannya hampir setiap hari. Lg ngapain Zi? Sender : xxxx77966780 Lg santai aja ka, knp lo mau curhat lg? Delivered to : xxxx77966780 Ya nggak lah, kemarinkan udah. Tp selama kita deket lo blm pernah cerita sm gue ttg cowok lo. Sender : xxxx77966780 Gue masih jomblo kali Delivered to : xxxx77966780 Tp pastinya lo punya cowok yg lo taksir kan? Cerita dong Zi, siapa cowok itu. Gue janji bakal tutup mulut kok. Sender : xxxx77966780 Apaan sih kepo banget deh.. Delivered to : xxxx77966780 Katanya udah anggp gue sahabt lo, tp gk pernah cerita kalo ada apa2, siapa tau gue bs bantu Zi. Sender : xxxx77966780 Anka pun mulai menanyakan pada Zizi tentang hubungannya dengan Alka. Zizi tetap menyangkal gosip yang tengah dihebohkan teman-teman mereka tersebut. Zizi mulai menceritakan kedekatannya dengan Alka yang kini sudah hampir pudar. Mendengar semua cerita Zizi, Anka menangkap bahwa Zizi telah benar-benar menjatuhkan hatinya pada Alka walaupun Zizi belum menyadari hal itu. Anka mencoba menjelaskan hal tersebut pada Zizi, menyadarkan Zizi bahwa ia telah mencintai Alka. Gue cinta sama Alka? Ah becanda lo.. Sender : xxxx77966780 Mungkin semua org bs lo bohongi Zi, tp lo gk bs bohongi hati lo sendiri Sender : xxxx77966780 Sejak saat itulah Zizi mulai menyadari bahwa sekarang ia benar-benar telah mencintai Alka. Rasa penasaran yang memulai semua itu kini telah berubah menjadi suatu hal yang disebut dengan cinta.               *** Sepoi-sepoi angin berhembus menerbangkan seluruh helaian rambut Zizi. ia begitu menikmati suasana dibawah pohon mangga yang tumbuh berkembang dibelakang perpustakaan sekolah. Namun, kali ini ia duduk sendirian tanpa siapa pun termasuk Vanya. Ia menghabiskan seluruh jam istirahatnya dibawah pohon tersebut sambil menulis mengungkapkan isi hatinya pada lembaran-lembaran diary-nya. Dua kata untuk nama yang indah. Misterius dan periang. Dua kata, manis dan berwarna. Dua kata tersirat dalam bibir dan mata. Lelap dalam resonansi jiwa yang kelabu, meraih simpul keindahan penuh warna. Tiba-tiba Zizi dikejutkan dengan kedatangan Indra. "hayo lagi ngapain? Kok menyendiri disini sih." Tanya Indra dan langsung duduk disamping Zizi. "ah lo ndra, hobi bikin kaget orang aja." Jawab Zizi. "lagian lo sih bengong aja. Lo lagi mikirin Alka ya." Tebak Indra. "sok tau lo. Ngapain gue mikirin orang yang gak pernah perduli sama gue lagi." Ketus Zizi. "oh gitu. Gue boleh pinjem HP lo gak? Boleh ya. Iya boleh Indra." Tanya Indra dan kemudian menjawab sendiri pertanyaannya serta langsung mengambil ponsel Zizi yang diletakkannya disamping tempat ia duduk. "eh nyelonong aja lo, diizinin juga belom. Sini balikin HP gue." Pinta Zizi sambil meraih-raih ponselnya dari tangan Indra. "bentar-bentar. Iya, selesai. Ini HP lo gue balikin." Seru Indra sambil memberikan kembali ponsel Zizi. "emang lo tadi ngapain? Awas ya kalo lo macem-macem." Ancam Zizi sambil mengecek ponselnya. Ketika ia mengecek di berita terkirim, ia mendapati ada sebuah pesan yang terkirim pada Alka. Assalammualaikum Al, lo kok gitu banget sih. "indraaaaa.. ngapain lo ngirim pesan sama Alka? Lo mau malu-maluin gue aja." Teriak Zizi. "itu langkah awal Zi, biar lo gak diem-dieman gini sama Alka. Lo bedua mah cemen, masak cuma gara-gara diledekin terus sama temen-temen jadi jauh-jauhan kayak gini." Ledek Indra. Sesaat kemudian terdengar suara deringan ponsel Zizi. tuh udah bunyi, cek gih pasti Alka. Seru Indra. Zizi pun langsung membuka pesan masuk diponselnya. bener ndra. Seru Zizi sambil memperlihatkan isi pesan dari Alka. Walaikumsalam, gitu gimana? "ah lo ndra, gue harus jawab apa ini, ntar dia mikir apa gitu gue sms dia." Gerutu Zizi. "udah, bales aja. Katakan yang sejujurnya apa yang lo rasain karena perubahan dia. Kali aja dia sadar." Seru Indra. "yaudah Good Luck Zi, semoga berhasil. Gue udah kasih lo jalan, jangan sia-siain jalan itu. Oke." Lanjut Indra sambil menepuk pundak Zizi pelan, kemudian berlalu meninggalkan Zizi.  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN