Sejak munculnya gosip gila itu, sikap lo k gue itu berubah 180 drajat Al. Seharusnya kalo lo bener-bener nganggap gue temen, bisa kan bersikap biasa aja biar mereka tidak salah paham terlalu jauh.
Delivered to : xxxx53677008
Terus?
Sender : xxxx53677008
Iya, lo kan tau agama kita melarang memutuskan tali silaturrahim.
Delivered to : xxxx53677008
Emang.
Sender : xxxx53677008
Trus knp lo gini in gue Al? Sikap lo itu gk kayak dulu lagi. Skrg gue kayak gk mengenal lo yang dulu gue pernah kenal.
Delivered to : xxxx53677008
Dulu2, skarang2.
Sender : xxxx53677008
Oh. Jujur Al gue kecewa sm lo, gue pikir lo itu temen yg baik. Paling beda dr yg lain, tp ternyata gue salah. Oh iya segera hapus ya sms2 gue, ntar tambah menjadi-jadi lg gosip gila itu.
Delivered to : xxxx53677008
Jangan negatif thinking dulu, coba deh pikir yg positif aja..
Sender : xxxx53677008
Gue harus mikir positif kayak gimana lg Al? Semuanya percuma, lo aja kayak gk pernah nganggap gue temen lo lg. Lo dingin sm gue, lo ketus sm gue. Salah gue apa? Lo pikir gue yg sengaja nyebarin gosip yg gk jelas itu. Lo salah Al, gue sama sekali gk tau.
Delivered to : xxxx53677008
Oke. Trus lo maunya gue gimana? Gue harus apa?
Sender : xxxx53677008
Gue rasa lo sudah cukup dewasa untuk menentukan bagaimana lo harus bersikap.
Delivered to : xxxx53677008
Seperti biasanya tidak ada pesan balasan lagi dari Alka. Tetapi Zizi sudah merasa sedikit lega karena sudah membukakan apa yang selama ini ingin ia sampaikan pada Alka, walaupun Zizi sedikit kecewa dengan respon yang diberikan oleh Alka. Bagi Zizi, Alka sekarang benar-benar kelabu. Zizi pun beranjak meninggalkan tempat duduknya dan berjalan menuju ke kelasnya, ditengah perjalanannya ia bertemu dengan Ulfa. Ulfa adalah putri pertama dari ibu Salmah, wali kelas Zizi saat ia duduk di kelas X. Zizi dengan Ulfa memang tidak begitu berteman dekat, namun hubungan mereka sangat baik.
"hai Zi, dari mana? Kok tumben sendiri?" sapa Ulfa.
"eh Ulfa. Gue dari perpus. Lo mau kemana? Bentar lagi kan bel masuk bunyi." Tanya Zizi.
"oh, gue mau ke koperasi bentar. Oh iya Zi, gue kan satu kelas sama Alka jadi lo jangan cemburu ya kalo gue sering deket-deket sama dia. Alka orangnya asyik banget." Seru Ulfa.
"santai aja lagi Ul, gue gak ada hubungan apa-apa kok sama dia, kita itu cuma temenan." Jawab Zizi sambil tersenyum.
"oh cuma temenan. Bagus deh kalo gitu." Seru Ulfa kembali.
"maksudnya?" Tanya Zizi bingung.
"iya bagus, itu artinya gue ada peluang dong buat jadi orang spesial." Jawab Ulfa.
Zizi terkejut mendengar jawaban dari Ulfa, Zizi menangkap dari pernyataan Ulfa tersebut bahwa ia menyukai Alka dan ia khawatir jika Zizi akan berusaha merebut Alka darinya. Jika dia cinta lo, ya silahkan aja. Batin Zizi. Zizi hanya tersenyum menanggapi pernyataan Ulfa, ia pun berlalu meninggalkan Ulfa.
"eh Zi, tunggu bentar." Seru Ulfa kembali. Zizi menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Ulfa berdiri. Ulfa pun menghampiri Zizi.
"ee, gue boleh kan minta nomornya Alka?" pinta Ulfa.
Belum sempat Zizi menjawab pertanyaan Ulfa, Ulfa sudah terlebih dahulu menjawab sendiri iya boleh Ul. Dan kemudian langsung meraih ponsel yang ada ditangan Zizi. namun, Ulfa tidak langsung mencari nama kontak Alka. Hal yang pertama ia lakukan ketika memegang ponsel Zizi adalah melihat inbox ponsel Zizi. Ulfa sangat shock ketika melihat nama Alka yang tertera ketika inbox terbuka, Ulfa hanya membaca pesan dari Alka yang terakhir. Oke. Trus lo maunya gue gimana? Gue harus apa?.
"balikin HP gue Ul." Seru Zizi yang kemudian berhasil meraih ponselnya kembali dari tangan Ulfa.
"sory Ul, kalo lo mau minta nomornya Alka, gue saranin lo minta aja sama orangnya langsung jangan lewat gue. Gue gak bisa ngasihin nomor orang tanpa seizin orang yang bersangkutan. Gue masuk kelas duluan ya Ul." Jelas Zizi sambil berlari meninggalkan Ulfa yang masih diam mematung.
Zizi masih sms-an dengan Alka? Dan kelihatannya Alka menaruh hati dengan Zizi, karena kalo gak ngapain Alka mau nurutin maunya Zizi. aaarrgghh, terus gue gimana dong? Gerutu Ulfa dalam hatinya.
***
Sejak Zizi aktif dalam kepengurusan OSIS, ia sudah jarang mengikuti pelajaran di kelas. Namun, walaupun begitu Zizi tetap tidak melupakan kewajibannya sebagai seorang siswa. Ia selalu mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya walaupun ia tidak masuk kelas, ia tetap belajar ketika ia berada di rumah, catatan Vanya selalu ia sandra jika hari itu ia tidak masuk kelas. Bahkan Zizi juga rajin menemui guru yang bersangkutan untuk meminta tugas tambahan sebagai gantinya ia tidak mengikuti jam pelajarannya di kelas karena tuntutan tugasnya diluar kelas.
Sudah dari jam pelajaran pertama dimulai Zizi tidak masuk kelas karena ada rapat OSIS yang akan membahas tentang pelantikan anggota Pramuka yang baru.
"Zi, kita makan ke kantin yuk. Gue laper banget, tadi pagi gue gak sempat sarapan." Seru Willy salah satu teman Zizi dalam organisasi tersebut.
"yah Wil, gue masih kenyang nih. Lagian bentar lagi rapat kita akan dilanjutkan lagi." Seru Zizi.
"ya udah deh tunggu selesai aja. Tapi lo janji ya temenin gue makan." Pinta Willy.
"InsyaAllah." Jawab Zizi singkat.
"pokoknya gue anggap lo udah janji." Seru Willy kembali.
Zizi hanya tersenyum menanggapi perkataan Willy. Seperti yang telah dikatakan Zizi, tidak begitu lama kemudian rapat mereka pun kembali dilanjutkan.
Saat rapat sedang berlangsung tiba-tiba ponsel Zizi bergetar, untung saja Zizi telah mengganti profilnya menjadi silent kalau tidak pasti suara ponselnya sudah akan membuat semua mata tertuju padanya. Zizi tidak menghiraukan pesan masuk di ponselnya ia tetap melanjutkan mengikuti rapat dengan baik hingga selesai, walaupun selama rapat berlangsung sudah empat kali ponselnya bergetar. Setelah rapat dinyatakan selesai oleh pemandu rapat, mereka pun diperkenankan untuk meninggalkan ruangan rapat. Zizi langsung keluar dari ruangan tersebut dan dengan segera ia langsung mengecek ponselnya yang sejak tadi bergetar.
Tugas gue siapa yg handle? Atau ada yg bs gue bantu? Ntar gue kerjain dirumah.
Sender : xxxx53677008
Persiapan pelantikannya udah sejauh mana? Trus gimana keputusan rapatnya?
Sender : xxxx53677008
Kok lo gak jawab pertanyaan gue?
Sender : xxxx53677008
Ya udah sory kalo gue ganggu lo..
Sender : xxxx53677008
Ternyata pesan dari Alka yang sejak tadi membuat ponselnya bergetar. Alka menanyakan tentang persiapan pelantikan Pramuka yang akan dilaksanakan tiga hari yang akan datang. Ia tidak bisa hadir dalam rapat kali itu dan belum bisa menjalankan tugasnya sebagai seorang ketua pelaksana kegiatan karena ia yang kembali jatuh sakit dan telah memakan waktu satu minggu tidak dapat masuk sekolah. Zizi benar-benar bingung harus menjawab apa semua pertanyaan Alka tersebut, karena rapat yang baru selesai berlangsung tadi telah memutuskan bahwa posisi Alka sebagai ketua pelaksana kegiatan telah resmi digantikan dengan Akbar, dengan alasan sampai saat itu Alka belum juga dapat masuk sekolah kembali dan menjalankan tugasnya sebagai ketua pelaksana. Tanpa berpikir panjang lagi Zizi langsung menemui Indra, memintanya untuk menjelaskan hasil keputusan rapat tadi kepada Alka karena Indra adalah ketua OSIS di sekolah mereka dan sekaligus sahabat Alka juga. Zizi tidak tega untuk menjelaskannya.
"oke Zi, gue yang bakalan jelasin sama dia. Sekarang gue pinjem HP lo." Pinta Indra.
"buat apa?" Tanya Zizi bingung.
"iya buat nelpon Alka lah, emang buat apa lagi, gue tadi lupa ngisi pulsa." Jelas Indra.
Kemudian Zizi menyerahkan ponselnya pada Indra. Indra langsung menelpon Alka, Namun sayangnya tidak ada jawaban atas teleponnya tersebut. Berulang kali Indra mencoba menghubungi Alka namun tetap hal serupa yang terjadi. Sesaat kemudian ketika Indra telah menutup panggilannya, ponsel Zizi kembali bergetar dan Indra telah mendapat izin dari Zizi untuk membuka pesan tersebut.
Ada apa? Sms aja gk usah telpon
Sender : xxxx53677008
Angkat telponnya, ini Indra bukan Zizi.
Delivered to : xxxx53677008
Zizi tertawa ketika Indra memberitahunya isi pesan dari Alka tersebut. Indra kembali mengulangi panggilannya, dan panggilan kali ini mendapat respon yang baik. Alka menerima telepon dari Indra. Indra pun langsung menjelaskan semuanya, dan Alka pun mengerti dengan keputusan yang telah mereka tetapkan tersebut. Alka merasa lega mendengar penjelasan dari Indra karena ia merasa sudah tidak ada lagi beban yang harus ia pertanggung jawabkan karena sudah ada orang yang menggantikannya untuk meng-handle semua tugas yang telah diberikan padanya.
"Zi, nih..." seru Indra sambil memberikan kembali ponsel Zizi.
"udah selesai?" Tanya Zizi, sambil menerima ponselnya.
"belum, itu Alka mau ngomong sama lo." Seru Indra tanpa raut wajah yang ingin meledek mereka berdua.
Namun, tidak untuk teman-teman mereka yang lain yang secara spontan langsung bersorak ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Indra. Zizi terkejut mendengar pernyataan dari Indra karena bagi Zizi agak sedikit aneh tiba-tiba Alka ingin berbicara dengannya melalui telepon pula.
"ciecie.. Zizi, ada yang mau ngomong ni. Cieciecie..." seru semua teman-temannya yang masih berada dalam ruangan rapat tersebut.
"udah ya, gak usah mulai lagi." Seru Zizi, sambil meninggalkan ruangan.
"cie.. mau jauh-jauh ni, takut kedengeran sama kita." Masih seruan dari teman-temannya.
"halo." Ucap Zizi.
"halo." Jawab Alka dari seberang sana.
"ada apa Al?" Tanya Zizi.
"loh, ada apa Zi?" Alka kembali bertanya pada Zizi.
"kok balik nanya? Bukannya kata Indra lo tadi mau ngomong sama gue." Jelas Zizi.
"oh, gak papa kok." Jawab Alka singkat.
"keadaan lo gimana Al?" Tanya Zizi yang langsung mengalihkan pembicaraan mereka karena telah dikerjain oleh Indra.
"udah baikan kok. Ya udah lo lanjutin gih kerjaan lo, masih banyak kan pastinya. Gue juga mau istirahat." Seru Alka.
"oh iya Al, cepet sembuh ya Al biar cepet bisa beraktivitas lagi."
"iya. Assalammualaikum." Ucap Alka mengakhiri pembicaraan mereka siang itu.
"walaikumsalam." Jawab Zizi sambil menutup teleponnya.
Zizi pun melangkahkan kaki kembali masuk kedalam ruangan dan yang pastinya ia kembali berhadapan dengan sorakan teman-temannya yang terus bersorak meledeknya. Gosip tentang Zizi dan Alka bertambah lagi.