Mesin Pencapit

1368 Kata

Bandung, Maret 2017. BREEETTTTTTT..... Tiba tiba suara pintu kamar terbuka. Seseorang muncul dan ternyata itu adalah Riski yang membawa kotak makanan di tangannya. “Loh Riski, kok kamu disini?” tanyaku sambil menyambut kedatangan Riski itu dengan senyumanku. “Riski? Ngapain anak itu kesini?” Bisik Bastian yang mendengar aku menyebut nama Riski dari luar kamar mandi itu. Bastian masih sibuk mengganti bajunya, karena satu tangannya di gips itu membuatnya sedikit kesusahan untuk mengganti pakaiannya itu. Dia terlihat bergegas setelah mengetahui Riski yang datang dan menemuiku itu. “Ah shit.! Ni tangan ngapain pake acara di gips segala sih !” Celoteh Bastian sambil terus sibuk mengganti pakaiannya itu. “Eh aku kira kamu masih di rawat disini, jadi aku datang mau jenguk kamu.” Jawab Risk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN