Bastian berlari kearahku. Dia menarikku dari pelukan Riski. Namun, tangan Riski masih menggenggam tanganku dengan erat. “Ra aku bisa jelasin semuanya Ra. Semuanya ga kaya yang kamu liat Ra” Ujar Bastian panik sambil memegang pundakku. Aku melepaskan tangannya dari pundakku. “Ga ada yang perlu di jelasin Bas” Ujarku lirih dengan air mata yang masih mengalir. Aku tidak peduli dengan maskaraku yang sudah hancur. Aku benar benar tidak bisa menghentikan tangisanku. Dan tanganku, masih menggenggam erat karangan bunga yang sejak tadi ku genggam dan akan kuberikan pada Bastian itu. “Ra tadi itu Hana sama aku..” “Bas. Aku sadar, cinta yang bertepuk sebelah tangan itu ga cuman sakit buat aku yang terus berjuang, tapi juga sakit buat kamu yang nerima ini. Karena faktanya ini cinta satu piha

