Meskipun Dara telah membawa kemenangan dan pembangunan, status barunya sebagai pahlawan desa menciptakan bayangan yang menyakitkan bagi generasi muda lainnya. Salah satunya adalah Rini, putri dari Ibu Desi (tetangga dekat Dara), yang baru kembali dari kota kecil tempat ia bekerja di sebuah pabrik. Rini adalah seorang pekerja keras, tetapi ia tidak memiliki kisah pulang yang dramatis, gelar hukum yang gemilang, atau tunangan sekelas arsitek yang disegani. Suatu sore, saat Dara dan Ibu sedang berjalan melewati rumah Ibu Desi, Ibu Desi segera memanggil Dara dan mulai memuji dengan suara keras, yang jelas-jelas ditujukan kepada putrinya. "Aduh, Nak Dara, Ibu Desi bangga sekali sama kamu! Sudah jadi kebanggaan desa! Lihat, Rini!" kata Ibu Desi, menunjuk ke arah putrinya yang sedang menyiram

