'Kau imamku, tak akan pernah ada niatan dihatiku untuk membiarkanmu menduakanku.' * * * Ica tersenyum bahagia ketika keluar dari rumah sakit untuk memeriksakan keadaannya, pantas saja tubuhnya terasa sangat aneh beberapa hari ini rupanya ia tengah mengandung. Itu membuatnya sangat bahagia, dielusnya perutnya yang masih rata dengan sayang. Ya sebentar lagi ia akan menjadi seorang Ibu, mengikuti jejak Fai yang belum lama ini telah melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menghentikan salah satu taksi yang lewat, ia akan ke rumah Fai untuk mengabarinya berita bahagia ini. Urusan suaminya nanti saja akan ia kabari akhiran, memang dasarnya Ica adalah orang yang aneh. Seharusnya ia mengabari suaminya terlebih dahulu bukannya orang lain, tapi dia memang memiliki sebuah rencana yang telah ia sus

