'Selama ku bersamamu, aku kan merasa aman dan nyaman.' * * * Sepanjang perjalanan menuju bandara, Ica mengerucutkan bibirnya. Ia memasang wajah cemberut membuat laki-laki yang berada disampingnya mencubit pipinya dengan gemas. Bukan tanpa alasan ia cemberut seperti ini, ia kesal dengan Fai yang meninggalkannya ke Surabaya terlebih dahulu tanpa menunggu ataupun memberitahunya. Ia tau hal ini saja dari Om Fahri dan Tante Aira, awas saja kalau nanti ia bertemu, ia tidak akan mau bicara kepada Fai. "Jangan murung gitu, muka kamu jelek kalau cemberut." Ica mendelik kesal. "Mau ekspresi aku digimanain juga aku tetap cantik Mas, namanya orang cantik ya bebas. Suka-suka hati." Gus Faris menggeleng. "Terserah kamu sajalah." Ica mengedikkan bahunya acuh, ia menyenderkan kepalanya kebahu Gus F

