Tim investigasi Shazia menemukan bahwa Samuel telah menghabiskan waktu bersama Margaretha di beberapa kesempatan. Mereka juga menemukan bahwa Margaretha memiliki latar belakang yang tidak biasa, dan tampaknya dia memiliki motif yang tidak jelas dalam mendekati Samuel.
Shazia merasa bahwa ada sesuatu yang terjadi dengan hubungan Samuel dan Margaretha. Dia tidak tahu pasti dengan apa yang sebenarnya terjadi di antara keduanya, hanya saja shazia yakin bahwa Margaretha tidak hanya sekedar asisten biasa.
"Aku harus tahu apa yang terjadi," Shazia berkata kepada dirinya sendiri. "Aku tidak bisa hanya diam saja untuk saat ini. Kalaupun mereka benar memiliki hubungan. Maka dengan senang hati aku akan memberikan Samuel padanya. Aku tidak mau mempertahankan seseorang yang tidak pernah lagi menatap kearah ku" gumam Shazia.
Shazia memutuskan untuk menghadapi Samuel dengan semua yang telah dia temukan. Dia meminta Samuel untuk bertemu dengannya di sebuah tempat yang tenang dan cukup pribadi untuk mereka berdua.
Shazia sampai di tempat tersebut 10 menit lebih awal. Dan cukup mengejutkan juga, bahwa ternyata Samuel membawa serta Margaretha bersamanya. Hanya saja, Samuel menempatkan Margaretha di ruangan yang berbeda.
"Samuel, bisa kau jelaskan apa yang terjadi antara kamu dan juga Margaretha,?" Shazia berkata dengan nada yang masih berusaha berkata lembut. Dia juga mendapatkan pesan dari orang yang sengaja di bayarnya untuk menyelidiki Samuel beberapa hari terakhir.
Samuel terkejut dengan pertanyaan Shazia. Dia tidak tahu bagaimana cara menjawabnya, dan dia merasa bahwa Shazia telah mengetahui sesuatu yang tidak seharusnya di ketahui nya.
Shazia sebenarnya juga merasa sedikit terkejut saat mengetahui sebuah fakta yang sangat sulit untuk di percaya. Margaretha perempuan yang di ketahui sebagai asisten dari sekretaris Samuel itu adalah anak tiri dari papa kandungnya, yang telah bercerai dari mamanya karena skandal perselingkuhan dengan mama Margaretha, Shazia merasa bahwa ada motif yang lebih dalam di balik tindakan Margaretha.
"Dia hanya asisten dari Stanley. Sekresi ku, bukankah sebelumnya Stanley sudah menjelaskannya kepada kamu sayang!" ujar Samuel masih berusaha terlihat tenang.
"Benarkah, lalu kenapa kamu malah mengajak Margaretha untuk menemanimu pergi ke luar kota, kenapa kamu tidak mengajak Stanley. Bukankah, biasanya Stanley yang akan menemani kamu pergi kemana mana?" tanya Shazia Dnegan santai. Bahkan saat ini shazia tidak terlihat jika dirinya tengah menahan gejolak emosi yang terpendam.
"Stanley sedang banyak kerjaan yang harus segera di selesaikan sayang. Di tambah aku juga harus segera menyelesaikan pekerjaanku yang ada di luar kota. Jadi, aku tidak punya pilihan lain selain membawa serta Margaretha!" jawab Samuel sedikit ragu.
"kau lupa Sam, ketika tidak ada seorang pun yang bisa kau ajak pergi ke luar kota kau akan mengajak serta diriku. Kau bahkan akan memberi ku kabar dua hari sebelumnya jika kau sedang dalam perjalanan bisnis. tetapi kenapa sekarang seakan kau tidak membutuhkanku lagi? Aku tahu jika bisnis mu saat ini sedang dalam masa berkembang. Tapi, tak bisakah kau memberikan aku sedikit saja waktu untuk sekedar mengobrol tentang hari bahagia kita!" ucap Shazia mencoba mengingatkan dan menumbuhkan cinta samuel kembali untuknya.
"sayang, aku tahu kamu sangat mencintai dan juga ingin semua berjalan dengah lancar. Aku pun juga menginginkan hal itu. Tapi, kamu lihat sendiri jika perusahaan sedang sibuk sibuknya. Sampai aku sendiri yang harus turun tangan. Jika tidak, semua perjuangan juta dari nol bersama akan sia sia!" jelas Samuel berusaha menutupi segala perlakuan bejatnya di balik kata sibuk di perusahaan.
"apa kamu ingat. jika lusa adalah hari pertunangan kita?" tanya Shazia membuat Samuel kembali terkejut. Bahkan, dia sampai melupakan hal terpenting dalam hidupnya.
"lusa?" tanya Samuel memastikan. Dia berfikir, jika pertunangan masih sangat lama. makanya dia bisa sedikit berleha leha dan bersenang senang dengan Margaretha. Nyatanya lusa adalah hari bahagia yang seharusnya dia rasakan.
"Apa kau juga melupakan hal itu?" tanya shazia dengan suara yang cukup tenang. Dia sudah mengetahui belangnya calon suaminya tersebut. Jadi, sekarang Shazia sama sekali tidak tertarik untuk sekedar menangis. Sedangkan Samuel hanya bisa tertunduk diam. Dia tidak bisa menjawab pertanyaan dari Shazia.
"Dari diam mu aku sudah tahu jawabannya. Kalau begitu, aku akan bilang kepada Om Bagas dan Tante Naima jika pertunangan kita batal. Aku akan mengembalikan semua seserahan yang sempat kau berikan saat melamar ku waktu itu!" ujar Shazia bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari ruangan tersebut.
"Tunggu, tunggu sayang" cegah Samuel mencekal tangah Shazia. "Maaf, maaf jika aku selalu lupakan janji yang selalu aku katakan. Tapi, tolong jangan batalkan pertunangan kita. Apa kamu tidak kasihan dengan orang tua kita. Mereka sangat menantikan momen ini terjadi. jadi, aku mohon jangan batalkan pertunangan nya okey!" ucap Samuel memohon.
"Baiklah, aku tidak akan membatalkan pertunangan kita. Asalkan, sekarang kamu antar aku dan temani aku pergi jalan jalan" ucap Shazia membuat Samuel kembali akan melayangkan penolakan.
"sekali saja kamu menolak, aku akan benar benar membatalkan pertunangan kita. tidak peduli bagaimana perasaan kedua orang tua kita karena kamu pun tidak pernah peduli dengan perasaan ku saat ini. Bagiamana?" sanggah Shazia melihat Samuel yang tidak bisa berkutik.
"aku tidak akan membiarkan perempuan itu bisa merasakan senang untuk hari ini. kamu sudah merebutnya dari ku. maka dengan senang hati aku akan memberikannya padamu. hanya saja, saat ini aku ingin meminjamnya terlebih dahulu ya Margaretha!" gumam Shazia yang melihat ketidak berdaya an Samuel.
"bagaimana ini. kalau aku tidak menuruti keinginan Shazia. pertunangan yang telah aku nantikan akak batal. tapi, kalau aku mengikuti permintaan Shazia untuk menemaninya jalan jalan. bagaimana nasib dari Margaretha. mana tadi aku sudah memesan hotel lagi. duh, mana sudah gatal lagi Bu**Ng ku. aku hari eksekusi Margaretha sekarang. tapi aku tidak bisa meninggalkan Shazia untuk saat ini!" gumam Samuel bingung dan juga frustasi.
padahal niat hati setelah pertemuan nya dengan Shazia dirinya akan chek in dengan Margaretha. Dan karena alasan itulah Margaretha sengaja di ajak oleh Samuel. Samuel sendiri sudah sering sekali bermain bersama dengan Margaretha. semua juga berawal dari obat yang dia minum secara tidak sengaja yang entah siapa yang memberikannya. sehingga akhrinya mereka saling memberikan kepuasan dan juga cinta.
"Sayang, tapi aku ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan. bagaimana jika nanti sepulang dari kantor. aku akan mengajak kamu dinner romantis. aku janji. bagiamana?" ucap Samuel memohon.
Shazia memikirkan rencana B. "Baiklah, aku akan menunggumu nanti malam. tapi, ingat sekali saja kau membohongiku lagi. aku benar benar akan membatalkan pertunangan dan juga pernikahan kita. aku tidak Sudi bersanding dengan orang yang benar benar tidak bisa di ajak untuk berkomitmen!" ujar Shazia meninggalakan ruangan tersebut. tapi tidak dengan beberapa orang yang emang sengaja di bayarnya untuk menguntit segala kegiatan dan juga kemanapun Samuel berada. Shazia juga sempat menempelkan alat penyadap suara di beberapa titik baju dan juga jam tangan milik Samuel.
"setelah ini kita akan lihat. siapa yang akan merasakan sakit yang luar biasa!" Shazia saat sudah berada di dalam mobilnya. dia melihat siluet Samuel bersama dengan seorang perempuan yang amat sangat dia kenal.
"buah jatuh tak jauh dari pohonnya. ternyata benar. tidak hanya wajahnya saja yang sama dengah Mamanya. ternyata sifat mengambil barang bekas juga melekat padanya," ucap Shazia tersenyum sinis.