“Lo munafik, Vin! Bilangnya cinta sama gue, tapi malah jalan sama cewek lain. Bilangnya gak suka disentuh tapi malah kayak perangko sama dia. Terus apa namanya kalau bukan munafik?” Tuduh Carina menggebu. “Aku bisa jelasin,” balas Calvin dengan tatapan teduhnya. Sungguh mengesalkan untuk Carina. Tatapan lembut Calvin sejak dulu selalu berhasil menurunkan tensi amarahnya. Sebisa mungkin gadis itu menyangkal, karena ia benar-benar marah melihat Calvin bersama perempuan lain dan tampak sangat akrab, bahkan tidak menolak sentuhan seperti yang selalu Calvin lakukan padanya. “Rach, kamu cariin Eve sama Jean dulu. Nanti aku nyusul,” pinta Calvin pada Rachel. “Oke,” sahut gadis itu cuek sambil mengedikkan bahunya lalu beranjak pergi. Interaksi itu terekam sempurna dalam memori Carina dan ia s

