“Mau apa kesini? Masih belum nyerah juga?” Tanya Calvin geram sambil mengeratkan rahangnya kuat-kuat. Alvaro beranjak dari posisinya dan mendekati sang adik ipar. Diraihnya bahu Calvin lalu membawa pemuda itu untuk duduk di sofa dan terus mengapit Calvin diantara dirinya dan juga Renata. Ia juga meminta putrinya untuk meninggalkan mereka, karena sepertinya pembicaraan ini akan sangat serius. “Cepet banget ketemunya,” cibir Calvin miris. Baru semalam Gita menghubunginya dan hari ini Jasper serta Eliza sudah bisa mengendus keberadaan Calvin. Kedua paruh baya itu sama sekali tak mengendurkan tatapan tajam serta tegasnya. Tanpa sungkan Eliza bahkan menyilangkan kaki dihadapan Alvaro serta Renata yang jelas-jelas usianya lebih tua, sementara Jasper menyandarkan punggung pada sandaran sofa

