Heliotrope 36

1090 Kata

Tepat setelah azan Ashar rombongan dari ibukota itu sampai di rumah duka. Sudah banyak pelayat yang kebanyakan berasal dari para pegawai di kantor yang pernah Danu pimpin selama puluhan tahun. Suasana duka sangat terasa, isak tangis, obrolan yang membahas almarhum semasa hidup, serta suara lantunan ayat-ayat suci seolah mengantarkan kepergian si pria tua yang sangat dicintai oleh keluarga serta siapa pun yang mengenalnya. Tak sabar, Renata setengah berlari setelah keluar dari mobil menuju tempat dimana sang papa dibaringkan. Air matanya tak henti mengucur, bahunya bergetar, serta jantung seperti dicabik-cabik. Tangannya meraih penutup wajah Danu dan raungan segera terdengar begitu dilihatnya Danu telah begitu pucat. Hal yang sama juga ditunjukkan oleh anak-anak serta suami wanita paruh b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN