Ramai, namun sepi. Rasanya tak ada satu orang pun yang menginginkan suasana ini ada di dalam rumahnya. Sang pemilik yang masih dalam mode saling tak bertegur sapa membuat orang lain yang ada disana juga ikut merasakan canggung. Bahkan Adric menikmati sarapannya dalam diam bersama Calvin yang hanya menikmati roti dengan olesan selai. Pemuda itu masih mengikuti permintaan sang istri yang tak ingin melihatnya, sehingga ia pun segera berpamitan untuk berangkat ke kantor saat istrinya mulai terlihat keluar kamar. Adric pun menyelesaikan makannya dengan cepat, karena ia akan ikut menumpang Calvin ke sekolah. “Aku berangkat,” ujar Calvin datar dan tanpa menunggu balasan Carina, ia segera pergi. Carina melihat datar punggung suaminya yang menjauh. Pemuda itu hanya mengatakan dua kata singkat ta

