Semalam, setelah mengintip Calvin makan malam, Carina kembali ke kamar tamu dengan gusar. Satu kata pria itu terus terngiang dalam benaknya. Benarkah ia semenakutkan itu saat sedang marah hingga Calvin serius menghindarinya? Carina meringkuk bersandar di kepala ranjang dengan gigi menggigiti kukunya yang pendek. Irisnya bergerak kesana kemari dan berkedip lebih banyak, semakin memperlihatkan kegundahan hatinya. Perasaan menyesakkan ini sesungguhnya tak pernah ia harapkan menghampiri hatinya. Sekitar pukul sepuluh malam, Carina mulai memutuskan. Ia ingin berbaikan dengan suaminya. Diabaikan pemuda itu dua hari saja rasanya sudah sangat menyesakkan dan itu semua karena permintaannya. Namun, Carina tak tahu harus memulainya darimana? Kalimat apa yang harus ia ucapkan untuk mencairkan ketega

