Bab: 56

1889 Kata

Lorong itu dipenuhi napas berat dan sisa-sisa perlawanan yang baru saja dilumpuhkan. Pintu besi besar di ujung koridor kini terbuka setengah, berderit pelan seolah menolak dibuka paksa. Marko mendorongnya lebih lebar. “Bersiap,” bisiknya. Elena berdiri tepat di belakangnya, jantungnya berdegup begitu keras hingga terasa di telinganya sendiri. Pintu itu akhirnya terbuka penuh. Ruangan di dalamnya gelap, hanya satu lampu redup menggantung di tengah, berayun pelan. Di sudut ruangan, di balik jeruji besi yang kokoh— seorang pria terduduk lemas. Tubuhnya kurus, kepalanya tertunduk, rantai membelenggu pergelangan kaki dan tangannya. Elena membeku. “... Damian?” Suaranya nyaris tak terdengar. Pria itu tak bergerak. Elena melangkah masuk perlahan, napasnya tercekat. “Damian … ini aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN