Bab: 57

1572 Kata

Mobil melaju membelah jalanan malam yang lengang. Lampu-lampu kota tampak buram di balik kaca, seolah ikut tenggelam dalam suasana yang mencekam. Di kursi belakang, Elena memeluk tubuh Damian dengan hati-hati. Kepalanya bersandar di bahu Elena, napasnya pelan dan tidak teratur. Wajahnya semakin pucat. “Damian … tetap bangun, ya,” bisik Elena pelan, suaranya bergetar. “Jangan tidur …” Tak ada jawaban. Hanya hembusan napas lemah yang terasa di lehernya. Elena menelan ludah, berusaha menahan panik. “Lihat aku …” katanya lagi, sedikit lebih tegas. “Kau dengar aku, kan?” Perlahan … sangat perlahan, Damian membuka matanya. Tatapannya samar, tapi masih tertuju pada Elena. Senyum tipis muncul di bibirnya. “Iya …” suaranya serak, hampir tak terdengar. Air mata Elena kembali jatuh. “Jan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN