Elena baru saja menekan rangkaian kata sandi di panel pintu apartemennya ketika sebuah suara memanggil dari belakang. “Nona Elena!” “Yah—!” Tubuh Elena tersentak. Tangannya refleks mencengkeram tas kecil di bahunya. Ia berbalik. Di sana berdiri Marko, asisten Damian, dengan wajah cemas yang sulit disembunyikan. “Marko? Ada apa?” tanya Elena, mencoba menenangkan napasnya. “Maaf jika saya mengejutkan Anda,” ujar Marko sopan. “Saya datang karena ingin menanyakan sesuatu.” Elena terdiam sejenak. Ucapan Clara beberapa waktu lalu kembali terputar di kepalanya, jelas terlalu jelas hingga bulu kuduknya meremang. Akan ada yang mencarimu. Asisten Damian. “Iya,” sahut Elena akhirnya. “Silakan bertanya.” Marko menelan ludah, seolah ragu harus memulai dari mana. “Sudah dua minggu Tuan Dami

