Halaman utama mansion malam itu dipenuhi barisan manusia. Hampir seratus orang berdiri berjajar rapi petugas keamanan, staf rumah, pengemudi, hingga penjaga area belakang. Lampu-lampu taman menyala terang, memantulkan bayangan tegang di wajah masing-masing. Marko berdiri di depan mereka. Wajahnya serius. Rahangnya mengeras. Tidak ada senyum, tidak ada basa-basi. Ia melangkah satu langkah ke depan, menatap setiap wajah dengan sorot mata tajam seolah ingin memastikan tak ada satu pun yang berani menyembunyikan sesuatu. “Dengarkan baik-baik,” suara Marko lantang, tegas, memecah keheningan malam. “Mulai malam ini, seluruh area mansion berada dalam status pengawasan penuh.” Beberapa orang saling pandang. Udara terasa semakin berat. “Apa pun yang kalian lihat sekecil apa pun laporkan lang

