Ruang kerja itu temaram. Hanya lampu meja yang menyala, memantulkan bayangan panjang di dinding. Marko berdiri di dekat jendela tinggi, segelas wiski di tangannya, tetapi belum juga disentuh. Pintu diketuk dua kali. "Tuan Marko," suara berat dari luar. "Masuk." Pintu terbuka. Dua pria bertubuh besar masuk dengan wajah tegang. Salah satunya, Viktor, melangkah maju. "Tuan ... kami mendapat kabar dari jaringan pelabuhan." Marko tidak berbalik. "Kabar apa?" Viktor saling melirik dengan rekannya sebelum berbicara lagi. "Akan ada pelelangan malam ini." Marko akhirnya menoleh pelan. Matanya tajam. "Pelelangan?" ulangnya pelan. "Bukan barang biasa, Tuan." Marko menaruh gelasnya di meja dengan bunyi kecil. "Lalu?" Viktor menelan ludah. "Seorang gadis." Ruangan seketika terasa lebih

