Ibrahim membereskan barang-barangnya yang berserakan di atas meja. Dia baru saja menyelesaikan seluruh kelas yang harus diajarnya hari ini. Matahari masih cukup terik untuk sore hari ini. Tampak terlihat Ibrahim sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Pak Anton, ayah Najma. Tadi siang Ibrahim sudah menghubungi Pak Anton dan beliau mengatakan akan menemuinya sepulang bekerja. Ibrahim awalnya mengira dirinya yang akan pergi menemui Pak Anton ke rumahnya, tapi ternyata Pak Anton meminta bertemu di salah satu restoran yang tidak jauh dari tempatnya bekerja. Dari kelas terakhirnya itu, Ibrahim langsung pergi ke tempat janjiannya dengan Pak Anton. Ibrahim datang lebih cepat dari jam janjian mereka karena dia sadar bahwa dirinya yang membutuhkan Pak Anton, jadi dia tidak ingin membuat Pak

