Ibrahim baru saja selesai salat magrib di masjid kampus saat melihat kekasih Najma yang tengah berbincang di dekat jalan masuk kampus. Dia berbincang cukup lama hingga Ibrahim memutuskan untuk mengikutinya. Ibrahim sendiri mengikutinya karena mengingat pembicaraan Najma yang berniat bertemu kekasihnya malam ini. Ibrahim sedikit yakin jika saat ini, orang itu pasti akan menemui Najma. Ibrahim yang mengikuti kekasih Najma itu dibawa menuju sebuah kost-kostan putri. Melihat kekasih Najma yang bisa masuk ke dalam kost-kostan itu, tampaknya kost-kostan itu tidak masalah dengan kehadiran tamu lawan jenis. Dari luar Ibrahim bisa melihat jika kost-kostan ini sepertinya bukaan kost-kostan yang ala kadarnya. Menit demi menit Ibrahim lalui menunggu kekasih Najma keluar dari kost-kostan p

