Bab 43

1821 Kata

“Wah si g****k, dia dosen kita loh. Walau lo kenal dia, tapi tetap aja kalau dia dosen kita. Gimana kalau dia ngasih nilai jelek? Kalau ada dendam sama dia nih ya, seenggaknya abaikan aja tu orang.” Viona memijat kepalanya yang mendadak berdenyut karena memikirkan nasib Najma, bisa juga nasibnya jadi buruk sih karena dia juga ada di tempat kejadian.   “Udah tenang aja, kalau dia berani kek gitu, gue yang hadepin.” Nafsu makan Najma seketika meningkat dua kali lipat karena emosi. Bisa-bisanya Ibrahim dengan santainya meminta untuk duduk. Ibrahim bersikap seakan-akan mereka akrab, padahal kenyataannya tidak sama sekali.   “Lo keknya enggak suka banget ya sama Pak Ibrahim.”   “Nyebelin orangnya, ntar juga lo liat sendiri.”   Dengan melihat sikap berani Ibrahim yang menghampirinya sep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN