Di dalam kamar kostnya Najma hanya bisa diam. Dia ingin menangis namun tertahan karena bisa saja Viona sadar jika dia menangis. Dia tidak ingin membuat Viona semakin khawatir akan keadaannya. Najma tiba-tiba ingin memastikan apa Ibrahim benar-benar mengajar di jurusannya atau tidak, memutuskan mencari file jadwal pelajaran yang dia dapatkan. Nama dosen yang disingkat-singkat membuat Najma harus melihat ke file selanjutnya dan setelah melihat daftar-daftar nama dosen itu, Najma tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Nama Ibrahim Abrisam tertulis jelas di sana, di antara nama-nama dosen. Dan untuk setengah semester yang dimulai setelah ujian tengah semester Ibrahim akan mulai mengajar di kelasnya. Najma menggigit bibir bawahnya, kepalanya mulai membayangkan bagaimana tidak tenangny

