“Naj,” panggil Viona. “Kenapa?” “Wira kan semester 7 sekarang, udah mau KKN. Lo enggak takut Naj kalau Wira cinta lokasi sama temen KKNnya?” “Gue kenal dia dari lama dan dia enggak akan gampang tertarik sama cewek lain. Terus ya, yang pacaran siapa sih? Gue apa lo sih?” Najma menyeruput minuman yang bertengger manis di atas meja depannya. “Ya kan gue perhatian sama sahabat gue, takut aja gue.” “Ya udah tinggal cari yang baru kalau gitu.” Najma nyengir. “Sekalian cari suami aja biar ada yang ngurusin lo.” “Kalau suaminya mapan dan masih muda, hayuklah nikah,” canda Najma. “Mau yang kaya? Ada nih dosen baru masih muda, mungkin bisa aja dideketin terus nilai lo jadi bagus.” “Yakali deketin dosen sendiri, pernah lo liat dosen kita ada yang bener?” Membayang

