Minggu pagi Najma terasa sangat suram. Bangun tidur pun terasa lebih berat dari hari-hari biasanya. Hari ini bahkan membuat Najma sampai menyalakan alarm hanya karena takut terlambat. Najma berjalan dengan gontai. Tiba di depan kamar mandi, Najma berdecak kesal karena pintu kamar mandi yang tertutup. “Siapa di dalam?” tanyanya kemudian. “Faiha Kak. Tunggu sebentar ya.” Najma menghela napas lelah. Dia malas sekali jika sudah seperti ini, entah kapan selesainya Faiha menggunakan kamar mandi. Lima menit menunggu, pintu kamar mandi akhirnya terbuka dan Faiha yang baru saja selesai mandi akhirnya keluar. “Lama!” Najma masuk begitu saja melewati Faiha. “Kakak enggak salah masuk kan? WC ada di samping,” ucap Faiha. “Enggak kok.” Pintu kamar mandi ditutup dengan cuku

