Bab 29

1697 Kata

Ibrahim memperhatikan penampilannya di depan cermin. Saat tengah asik  membenarkan sarungnya, bahu Ibrahim di senggol oleh Yusuf. “Denger-denger dari Ibu, kamu ngajarin Najma mengaji ya.”    Ibrahim mengangguk, tidak ada elakkan dari Ibrahim. Dia juga sudah akan menduga jika pada akhirnya Yusuf akan tahu apa yang sering dia lakukan setelah salat zuhur berakhir.   “Baik banget Adik Mas. Tapi, kenapa dia enggak mengaji di masjid aja sih? Ngerepotin banget.” Ini yang membuat Yusuf penasaran. Kenapa Ibrahim sampai mau menghabiskan waktunya untuk mengajar orang yang sebenarnya bisa melakukannya secara bersama-sama di masjid.   “Alasannya, kenapa seharusnya Mas tahu? Apa kepentingannya buat Mas?” Ibunya saja ketika diberitahu langsung mengerti alasannya kenapa dan mengijinkannya melakukan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN