Pulang dengan keadaan hati yang senang selalu Najma rasakan satu minggu belakangan ini. Tentu saja Najma senang karena Ibrahim. Siapa lagi coba yang bisa membuat Najma betah dan senang di sini jika bukan Ibrahim seorang. Semakin hari Najma selalu mendapat pujian dari Ibrahim karena dia yang belajar dengan cukup pesat. The power of love, itulah yang Najma yakini kenapa dia bisa secepat ini belajar mengaji dan sebentar lagi Najma akan naik tingkat dari yang membawa iqro menjadi ke Al-Qur’an. Malam masih panjang dan Najma belum mengantuk. Seperti malam-malam sebelumnya Najma memutuskan untuk belajar tajwid. Awalnya Najma tampak sangat serius belajar hingga Najma mulai tampak bosan dan memutuskan untuk menuliskan sesuatu di bagian belakang buku. Keseriusan Najma saat menulis itu m

