Najma tidak tahu kenapa subuh ini dia tidak begitu bersemangat untuk pergi ke masjid. Dia sangat mengantuk namun dia mau tidak mau harus pergi ke masjid hanya untuk bertemu dengan Ibrahim. Ada banyak kesempatan bertemu Ibrahim, tapi Najma tidak ingin melewati setiap kesempatan yang ada. Jadi, mau tidak mau Najma harus menguatkan dirinya untuk berangkat ke masjid padahal neneknya memilih untuk salat di rumah. Sepanjang jalan Najma terus menguap karena dia sangat mengantuk sekali. Air dingin yang dipakainya mandi seakan tidak mempan untuk mengusir kantuknya itu. “Kalau Kak Najma ngantuk seharusnya salat di rumah aja.” Liana kasihan melihat Najma yang mengantuk seperti sekarang. Bisa saja nanti saat salat dia malah tertidur dan itu pasti akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

