Bab 34. Menjatuhkan Pilihan

1440 Kata

"Yang, kamu udah pulang?" Sherina menyambut kedatangan Damian dengan gembira. Lengannya langsung bergerak melingkari lengan pria itu yang terlihat datar seperti biasa. Sherina bukan perempuan yang peka dan dapat membaca raut wajah. Apalagi, wajah Damian yang menurutnya selalu sama setiap hari, datar dan dingin. Hanya satu yang dia tahu, Damian sangat tampan meskipun tidak pernah tersenyum. "Aku udah nunggu dari tadi buat makan bareng." Sherina tersenyum, ikut duduk di samping Damian di sofa panjang lusuh. Sofa satu-satunya yang mereka miliki. Bukan, sofa tersebut bukan milik mereka, melainkan properti tambahan dari rumah yang mereka kontrak. Uang mereka terlalu sedikit untuk sekedar membeli sofa. Bukan berarti mereka tidak memiliki uang lagi. Mereka masih memilikinya, tetapi tidak s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN