"Yang!" Seruan itu terdengar bersama dengan ketikan sepatu yang berpadu dengan lantai. Terdengar sangat jelas, bahkan di telinga Damian yang sedang fokus mendengarkan omelan Leonor. "Yang!" Sekali lagi, seruan itu terdengar. Kali ini mampu menginterupsi Leonor, membuatnya urung melanjutkan perkataan. Mulutnya yang sudah terbuka, kembali terkatup rapat. Mata memicing tajam ke arah suara yang terdengar dari ruang tamu. Sementara itu, Damian yang mengenali suara itu sebagai suara Sherina, langsung memucat. Keringat dingin membasahi pelipisnya, telapak tangannya yang mengepal juga terasa lembap. Kenapa Sherina ke rumahnya adalah pertanyaan yang sangat ingin dilontarkan Damian. Mereka sudah berjanji untuk bertemu di apartemen, tidak seharusnya Sherina ke rumahnya. Apalagi, saat ada k

