"Bu Andrea!" Gegas Andrea memutar anak kunci yang menggantung di pintu. Tangannya gemetar, sepasang kakinya terasa melemas, dia tak menyangka akan ketahuan. Namun, meskipun keadaan tubuhnya gemetar hebat, Andrea masih dapat bergerak cepat. Dia melangkah lebar setengah berlari sambil terus memegangi kopernya dengan kuat, menuju halte di mana Andra sudah menunggunya. Andrea tidak mau menunggu seperti permintaan Bik Wati yang terus berusaha mengejarnya. Menoleh pun dia tidak, tak ingin perempuan itu berhasil mengejar dan menangkapnya. Andrea yakin, Bik Wati pasti tidak akan memperbolehkannya pergi, Bik Wati pasti akan menghalangi, dan melaporkannya kepada Leonor. Bik Wati adalah orang kepercayaan ibu mertuanya yang ditugaskan untuk menjaganya. "Bu Andrea, tungguin saya!" Andrea me

