Bab 42. Hadiah Dari Nanna

1318 Kata

"Nanna?" ulang Reina dengan nada bertanya. Mata ambernya berkedip beberapa kali menatap perempuan yang memiliki rambut sewarna dirinya. Hidung berkerut, kepala miring ke kanan, jari telunjuk menggaruk pelipis. Pose berpikir sok dewasa yang membuat Leonor gemas setengah mati. Sekuat tenaga dia menahan diri untuk tidak memeluk dan menciumnya. Gaya Reina sangat mirip dengan Damian setiap kali memikirkan sesuatu. Benar-benar ayah dan anak. Leonor mengangukkan kepala. "Iya, panggil saya Nanna karena saya Oma kamu" katanya tersenyum manis. Tangannya terangkat, jatuh di kepala Reina, mengusap rambutnya. "Oma?" ulang Reina lagi sambil ekor matanya melirik ke arah Bik Wati yang duduk di sampingnya. "Masa Reina punya Oma?" tanyanya dengan gaya khas anak-anak seusianya. Bik Wati mengangguk. "I

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN