Shayla tidak tahu mengapa dirinya bisa merasakan kecewa ketika Max melepaskan tautan bibir mereka berdua. Shayla masih memejamkan matanya sambil menenangkan debaran jantungnya dan napasnya ketika Max melepaskan ciuman mereka. Max juga mengatur napas setelah ciuman mereka yang begitu panas. Telapak tangan Max terulur memegang pipi kanan Shayla, kulit putih pipi itu menampilkan semburat merah dan rasanya panas. Seperti hawa kulitnya yang sama panasnya. Kemudian Max menyentuhkan ibu jarinya pada bibir Shayla yang sedikit membengkak dan memerah akibat ulahnya. Max merasa nostalgia, dia kembali dapat melihat ekspresi sarat keinginan dari Shayla untuk di sentuhnya. Tapi apakah ini semua benar? Mereka sudah bercerai dan Shayla sudah bertunangan dengan Angelo. "Apakah ketika kau menciumku, ka

