Missing

1800 Kata

Hana bersandar di sandaran kursi ruang tunggu ICU dimana Miranti tengah berbaring saat ini dengan mata yang sembab dan wajah sedihnya. Sudah sejak semalam ia tidak meninggalkan tempat itu bahkan untuk sekedar mengisi perutnya. Ia hanya sesekali memasuki toilet yang letaknya tidak begitu jauh dari dirinya. " Sayang, makan dulu ya" bujuk Erkan yang baru saja datang dan duduk berlutut di hadapannya. Hana hanya menggeleng sambil menyeka air mata disudut matanya. " Aku nggak lapar" " Tapi tetap aja kamu harus makan Hana. Eyang juga bisa marah kalau tahu kamu nggak mau makan. Kamu juga belum tidur. Bahkan kata mbak Yuni kamu nggak mau minum. Jangan gitu dong sayang. Kamu bisa sakit" Hana tiba-tiba saja menangis dengan suara yang kini sudah serak. " Aku nggak mau ninggalin eyang. Eyang jug

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN