06. Nganter Pulang

907 Kata
Elma berjalan dengan riang menuju kelas nya. Rasa lapar dan lelah nya telah hilang karena sudah bisa berkenalan dengan Sena. Saat memasuki kelas kontan saja Elma di sambut tatapan penuh tanya oleh para sahabat nya "Dari mana aja Lo?" Tanya Ayu "Dari UKS" jawab Elma santai "Hah Lo sakit?" Tanya Jihan "Hmmm bukan, bukan gue yang sakit koq" "Abis ngapel dia mah" sambar Glenn "Isshh Glenn apaan sih? Kan gue jadi malu" jawab Elma sambil senyum-senyum gak jelas "Lo kesambet apaan sih El? Masuk-masuk senyam-senyum Mulu?" Tanya Ayu "Gue gue hmmm gue abis dari UKS sama Sena" jawab Elma malu-malu "Sena?" "Sena siapa?" Tanya Jihan "Oh nama nya Sena" jawab Glenn "Sena siapa sih? Gebetan baru?" Tanya Tika "Sejak kapan Elma punya gebetan?" Ucap Jihan "Iye. Nih anak mana punya gebetan, semua cowok aja di tolak mentah-mentah Ama dia" Tambah Tika "Kali ini bukan si cowok yang naksir Elma, tapi Elma yang naksir si cowok nya" ucap Glenn "Jangan bilang adek kelas yang kemaren El?" Tanya Ayu penasaran "Yang mana yang mana? Yang anak basket baru?" Tambah Tika "Hmm.. iya dia anak kelas X IPA 2" jawab Elma malu-malu "Oh jadi ceritanya temen kita udah berhasil kenalan nih?" Goda Jihan Elma hanya mengangguk malu-malu kucing "Koq bisa, Lo kenal dimana?" Tanya Tika "Di UKS" jawab Elma dengan polosnya "Kalian ngapain di UKS?" Pekik Ayu "Dia abis di gebukin sama Bimo" jelas Glenn "Koq bisa?" Tanya Jihan "Gak tau, waktu gue sama Glenn lagi jalan mau balik dari perpus, kita denger suara ribut dari toilet. Eh ternyata si Sena lagi di Gebukin sama si Bimo dakjal itu" geram Elma "Wah, kurang asem si Bimo. Selalu aja buat ulah dia" geram Tika "Tenang, udah di urus guru BK" ucap Glenn "Tetep aja namanya bullying tuh" Tambah Ayu "Iya bener. Dan tadi gue denger si Bimo bilang gini Lo fikir Lo lebih hebat dari gue karena Lo masuk tim basket sekolah gitu" ucap Elma "Pokoknya gue bakalan ngelindungin si Sena gue" putus Elma "Kebalik oon. Yang ada harusnya dia yang ngelindungin Lo" sarkas Ayu "Gue mah gak butuh perlindungan" sombong Elma "Iya lah yang jago bela diri" sindir Tika "Udah-udah tu guru nya udah datang". Lerai Glenn Akhirnya mereka semua belajar dengan tenang di kelas ********** Bell pulang pun akhirnya berbunyi. Elma segera merapikan barang-barang nya karena akan menyusul Sena di UKS. Tadi ia sudah berjanji akan menjemput Sena di UKS "Mau langsung pulang atau jalan dulu nih?" Tawar Glenn Memang Elma dan teman-temannya setiap pergi dan pula sekolah selalu bersama Glenn. "Mall yuk" ajak Jihan "Boleh yuk. Gimana Tik, El?" Tanya Ayu "Gue sih oke-oke aja" jawab Ayu "Sorry gays, tapi gue gak bisa. Gue udah janji mau nganterin Sena balik" ujar Elma "Gak salah? Dimana-mana cowok yang nganter cewek El" ujar Ayu "Ya gimana. Sena nya juga sekolah dianter supir" "Terus Lo mau nganterin naik apa? Lagian Sena kan di jemput" tanya Glenn "Naik taksi online lah . Hari ini juga supir Sena gak jemput". Ujar Elma "Koq bisa?" Tanya Tika penasaran "G-gue yang nyuru hehehe" "Yang aneh-aneh aja deh Lo El" tutur Ayu "Ya nama nya usaha" ucap Elma lesu "Lo beneran suka sama tu bocah cil?" Tanya Glenn Elma hanya mengangguk malu "Gimana dong, soalnya dia lucu banget" ujar Elma malu-malu Biasanya juga malu-malu in si Elma "Yee dasar bucin" ejek Tika "Biarin dong" ucap Elma "Udah ah, gue mau nyamperin Sena dulu. Bye bye semuanya" Elma lalu pergi meninggalkan keempat sahabat nya. Sesampainya di UKS Elma melihat Sena yang sudah duduk di brangkar UKS. Mungkin Sena menunggu nya "Hay Sena, maaf ya lama" sapa Elma "Eh gak papa koq kak" jawab Sena sambil tersenyum manis "Lho ini tas Lo siapa yang bawa kesini?" Tanya Elma "Oh ini tadi Axcel sama Rido yang bawa kak" "Oh gitu, ya udah yuk pulang. Gue udah pesen taksi online nih" ajak Elma "Ayo kak" Sena lalu turun dari brangkar. Mereka berdua pun berjalan beriringan menuju gerbang sekolah. Sudah terlihat taksi yang Elma pesan sedang menunggu mereka berdua Mereka berdua lalu menaiki taksi dan pulang menuju rumah Sena. Butuh waktu dua puluh menit untuk sampai dirumah Sena. Saat taksi yang mereka tumpangi sudah berhenti didepan rumah yang bisa di bilang cukup mewah, Elma tak percaya melihat penampakannya rumah didepan nya ini Setelah itu satpam rumah pun segera membuka kan pintu gerbang "Eh, tumben den Sena gak di jemput mang Mahmud?" Tanya pak Udin sang satpam "Iya pak, ada urusan tadi" jawab Sena Sedangkan Elma masih fokus melihat pemandangan rumah didepan nya ini "Ini rumah atau istana, gede banget" batin Elma "Ayo masuk kak" ajak Sena "E-eh i-iya" jawab Elma gugup Gugup banget mau jumpa camer. Hehehe Sesampainya didepan pintu rumah, Sena langsung membuka pintu dan masuk kedalam bersama Elma "Ayo masuk kak, mami dirumah hari ini" ujar Sena "Lo tinggal sama siapa aja disini?" Tanya Elma sembari memperhatikan sekeliling rumah "Gila gede banget" "Sama mami, sama mbok Jum sama pak Mahmud suami mbok Jum, supir dirumah ini" jawab Sena polos "Ada pak Udin yang satpam tadi, terus sama mang Doyok tukang kebun" Tambah Sena "Oh gitu ya" jawab Elma "Koq dia gak nyebut bokap nya ya?" Batin Elma bingung Saat sedang asik mengamati sekitar, Elma terkejut dengan suara yang menyapa mereka "Eh, Sena udah pulang nak, koq tumben gak mau dijemput" ujar wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik itu "Pantes aja anak nya imut banget, emak nya aja kayak gini" batin Elma "Eh, Sena ini siapa? Pacar kamu?"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN