"Eh, Sena ini siapa? Pacar kamu?"
Sontak saja pertanyaan wanita itu membuat Elma tersipu malu
"Ih mami apaan sih bahas pacar-pacaran" keluh Sena
"SENA, KENAPA WAJAH KAMU BABAK BELUR BEGITU???
KAMU BERANTEM"
Mami Sena tak kuasa menahan keterkejutan nya saat melihat wajah glowing sang putra babak belur begitu
Sedangkan Elma menjadi gugup mendengar teriakkan mami Sena
"Eh, gak mi, ini Sena. Hmmm ini Sena gak berantem koq" ujar Sena gugup
"Terus ini kenapa Sena?" Ujar mami Sena panik
"Mami duduk dulu, kasian kak Elma berdiri terus"
"Eh iya, sampai lupa ada gadis cantik disini, ayo duduk dulu sayang" ajak mami Sena
"Hmm mami, kenalin ini kak Elma" ujar Sena
"Kak, ini mami Sena"
Tambah Sena memperkenalkan
"Hmm Elma Tante" ucap Elma sambil menyalami mami Sena.
"Saya mami nya Sena, kamu cantik banget sih, pinter si Sena cari pacar"
"Ihhh mami apaan sih?" Keluh Sena
"Ini kak Elma, kakak kelas Sena" Tambah Sena dengan nada manja
Elma tak tahan melihat ekspresi Sena saat ini, benar-benar menggemaskan
"Iya-iya, itu muka kami kenapa Sena? Kamu belum Jawab tadi pertanyaan mami"
"Hmm ini mi, Sena hmmm Sena"
Sena tampak gugup, sedangkan Elma gemas sendiri melihat ekspresi Sena
"Hmm maaf Tante, ini salah saya Tante" ucap Elma
"Kamu gebukin anak saya" ucap mami Sena
"Eh, gak tante, bukan gitu" ujar Elma panik
"J-jadi gini Tante, tadi waktu pulang saya di ganggu preman, terus Sena datang nolongin saya. Jadi Sena kena pukul deh" ujar Elma berbohong
"Bener Sena?" Tanya sang mami
Sena hanya mengangguk lucu
"Lucu banget sihhh Sena, gue bawa pulang boleh gak ya"
"Hmm ya sudah, lain kali hati-hati" ujar mami Sena
"Iya Tante, maaf ya Tante, gara-gara Elma, Sena jadi gini"
"Gak papa koq cantik, ini udah di obati?" Tanya mami Sena sambil menunjuk ke arah wajah Sena
"Udah koq mi, kak Elma yang ngobatin tadi"
"Ya udah, makasih ya Elma udah ngobatin"
"Iya gak papa Tante, sekali lagi saya minta maaf ya"
"Iya, gak papa sayang" ujar mami Sena tulus.
"Oh iya mau minum apa?" Tawar mami Sena
"Eh gak usah repot-repot Tante" ujar Elma tak enak
"Gak papa, kami pasti haus kan, bentar ya Tante ambilin minum"
"Hmm makasih Tante" ujar Elma canggung
Mami Sena lalu Melangkah menuju dapur
"Hmm kak, makasih ya udah bantuin ngomong ke mami" ujar Sena
"Santai aja, gak papa koq" jawab Elma
"Kalau gak ada kakak pasti aku di omelin deh sama mami" adu nya
"Gue seneng koq bantuin Lo" ujar Elma
Jujur saja saat ini jantung nya sedang berdisko ria tak beraturan.
Melihat Sena saja ia sudah sangat deg-deg apalagi ini duduk berdua dirumah Sena. Ditambah kenalan sama Mami Sena, berasa dikenalin ke calon mertua, Eh.
Cukup lama mereka diam karena canggung Hana mami Sena pun datang sambil membawa nampan bersisi minimalis dan cemilan.
"Nah, ini diminum dulu sayang. Sama ini ada cemilan dimakan ya sambil ngobrol"
"Aduh Tante, jadi ngerepotin deh" ucap Elma tak enak.
"Gak papa sayang, anggap aja rumah sendiri"
"Makasih Tante" ucap Elma tulus.
"Ya udah Tante ke dalem dulu ya" pamit nya "Sen, ganti baju dulu gih" perintah sang mami
"Iya mi, bentar lagi deh" balas Sena
"Ya udah mami kedalam ya, Tante tinggal ya Elma"
"Iya Tante"
Setelah itu Hana mami nya Sena pun pergi dari ruang tamu.
Karena sama-sama canggung mereka pun bingung mau ngomong apa.
Terlebih Elma yang saat ini jantung nya sudah DJ an gak jelas didalam sana.
"Hmmm kak, silahkan diminum" tawar Sena
"Eh, iya ini mau diminum koq" jawab Elma malu-malu
"Mami Lo baik ya" ucap Elma
"Mami memang baik kak, bahkan yang terbaik buat aku" ujar Sena
"Mami itu pekerja keras tapi juga selalu ada waktu buat aku" Tambah Sena
"Oh mami Lo kerja?" Tanya Elma
"Iya kak, mami ngurus perusahaan warisan kakek, sama ngurus resto juga"
"Wah, mami Lo hebat ya. Tapi koq ini dirumah?" Tanya Elma
"Mami selalu pulang jam 2 siang kak. Urusan pekerjaan diserahkan sama orang kepercayaan mami. Karena mami gak mau aku kesepian dirumah" ujar Sena panjang lebar
Elma hanya manggut-manggut saja
"Pantes aja bocah banget, dimanja in toh" batin Elma
Sebenarnya Elma penasaran banget pengen tanya tentang Bokap nya. Secara Sena gak ada menyinggung soal bokap.
Tapi Elma takut lancang karena nanya masalah pribadi
"Hmmm kak, aku jadi gak enak udah ngerepotin kakak dan buat kakak terpaksa bohong sama mami" ucap Sena merasa bersalah
"Please dong jangan masang muka kayak gitu di depan gue. Pengen pingsan gue rasa nya...
Imut banget sih si Sena" jerit Elma dalam hati nya.
"Kalau Lo merasa gak enak, Lo bisa tebus koq" ujar Elma
"Beneran kak? Gimana caranya" tanya Sena polos.
"Minta nomer wa Lo" ucap Elma sambil menyodorkan hp nya
"Hah, buat apa kak?"
"Ya buat nebus semua kebaikan gue lah" ujar Elma
"Emang bisa gitu ya kak?. Cuma pakai nomer wa doang"
"Ya bisa dong. Buat nambahin Kontak gue" jawab Elma
"Oke kalau gitu" ucap Sena sambil mengambil hp Elma dan mengetik kan nomer wa nya
"Nih kak udah. Kakak namain sendiri aja deh"
"Oke, thanks ya" ujar Elma sok biasa aja.
Padahal aslinya pengen guling-guling sangking seneng nya bisa dapat nomer wa Sena.