Elma dan para sahabat nya merupakan aktivis anti bullying disekolah nya.
Karena mereka sangat membenci pembullyan jadi semenjak kelas XI mereka sepakat untuk membentuk tim anti bullying.
Bukan utusan sekolah, mereka hanya berinisiatif sendiri. Mengingat nya banyak kasus pembullyan pada saat mereka masih duduk di bangku kelas X dulu.
Tentu saja aksi mereka sangat membantu. Sebab bullying disekolah semakin berkurang. Karena mereka tak segan-segan melaporkan ke guru BK bahkan kepala sekolah. Bahkan aksi mereka juga sangatlah didukung oleh kepala sekolah dan guru lain nya.
Apakah mereka tidak takut memiliki musuh???
Tentu saja awal nya takut. Tapi dengan tekad yang kuat dan mengingat jika di sekolah lebih banyak korban ketimbang sang pem bully mereka yakin akan mampu memberantas pembullyan disekolah mereka.
Karena itu lah mereka disegani dan merupakan idola di sekolah. Terlebih untuk adik kelas.
Ditambah lagi paras mereka yang cantik-cantik dan tampan. Tak ayal jika banyak yang mengidolakan mereka.
Tapi itu semua tak membuat mereka sombong, mereka tetap lah menjadi pelajar yang sopan, ramah kepada semua orang dan juga ceria.
Tak ada yang berani dengan mereka berlima. Karena mereka jago bela diri. Sebenarnya bukan takut, lebih tepatnya segan. Apalagi untuk para kaum preman sekolah yang ugal-ugalan. Mereka tak mau berurusan dengan Elma and friends. Sebab urusannya pasti ke ruang BK.
Mereka ikut bela diri Taekwondo di luar jam sekolah. Dan selalu berlatih seminggu tiga kali.
Mereka sudah berlatih bela diri sejak Kelas X.
Nasib baik memihak kepada mereka, karena memiliki hobi yang sama, sekelas semenjak kelas X. Dan banyak kesamaan lain yang mereka miliki. Tak heran mereka selalu kompak.
Dikelas
"Koq Lo balik duluan si Jihan?" Tanya Tika yang baru saja sampai dikelas. Lalu menghampiri Jihan yang duduk seorang diri di bangku nya.
Sahabat nya yang lain pun ikut menghampiri
"Lo marah sama gue ya Han?" Tanya Elma merasa bersalah
"Gak koq El, maaf tadi gue lagi sensitif aja" jawab Jihan sembari memaksakan senyum nya
"Mau cerita?" Tawar Glenn
Di dalam persahabatan mereka memang Glenn lah yang paling dewasa dan merupakan laki-laki satu-satunya.
Jika ada Glenn yang paling dewasa. Maka ada Elma pula yang paling bocah, Tika yang hobi ghibah, Jihan yang kalem dan Ayu yang super cerewet dan jutek.
"Gue pengen cerita ke kalian, tapi gue bingung" jawab Jihan lesu
"Lo kenapa sih han? Jangan gini dong, kan gue ikutan sedih" ucap Tika
"Cerita aja ke kita han, jangan simpan sendiri masalah Lo, kita kan sahabat" Tambah Ayu
"Gue bingung sama perasaan gue sendiri. Gue capek jalani hubungan sama Alan" ucap Jihan sambil terisak dan menenggelamkan kepala nya ke meja.
"Eh eh, koq nangis sih han" tanya Elma panik
"Lo bisa diem gak sih" sewot Ayu
"Maaf" ucap Elma seraya cemberut
"Kenapa sama Alan?" Kali ini Glenn yang bertanya dengan nada serius
"Kalian tau sendiri kan, dia tu selalu menomor dua kan gue. Yang ada di fikiran nya cuma basket dan temen-temen nya. Dia gak pernah perduli sama gue"
"Mungkin dia lagi sibuk han, apalagi sebulan ini anak basket sekolah lagi menyeleksi anak basket kelas untuk masuk ke tim inti basket sekolah. Lo kan tau anak basket inti udah berkurang karena kakak kelas udah pada lulus. Ditambah ada beberapa yang keluar diangkat kita yang udah kelas XII karena pasti bakalan sibuk ujian. Contoh nya gue" jawab Glenn berusaha menasehati
Alan adalah kekasih Jihan sejak kelas X. Dan merupakan anggota tim inti basket sekolah.
Di SMA Sinar Cahaya memang setiap kelas memiliki satu tim basket. Dan juga ada tim inti, yang merupakan gabungan dari beberapa siswa dari setiap kelas yang terpilih.
Dan yang terpilih di tim inti merupakan yang paling jago dan kompeten.
"Lo juga dulu anak basket. Tapi Lo masih punya waktu buat gue, bahkan ke Elma, Ayu juga Tika. Tapi dia beda Glenn. Bahkan buat gue doang aja dia gak ada waktu" ucap Jihan lirih
"Sabar ya han" ucap Tika sambil mengelus pundak Jihan
"Gue capek, bukan baru-baru ini dia kayak gini. Tapi dari dulu. Dari dulu dia gak pernah perduli sama gue. Gue berasa gak penting tau gak" ucap nya lirih
"Gue kira pacaran sama anak basket itu bakalan menyenangkan, karena pasti mereka populer. Tapi gue salah"
"Terus kenapa Lo tadi tersinggung sama ucapan Elma? Emang Lo gak cinta sama Alan?" Tanya Ayu pemasaran
"Gue juga bingung" jawab Jihan sambil tersenyum kecut
"Gue dulu nerima dia karena dia ganteng, anak basket dan banyak di sukai cewek. Gue juga salah satu cewek yang ngefans banget sama dia. Gue merasa beruntung di tembak sama dia. Tapi lama-kelamaan gue sadar. Cinta dan obsesi itu beda" ungkap Jihan
"Maksud Lo gimana sih han? Gue gak faham" tanya Elma dengan polosnya
"Yee dasar bocah, kalau gak faham masalah cinta-cinta an sana aja deh jauh-jauh" geram Glenn sambil mendorong jidat Elma
"Ish Glenn jahat banget sih" ucap nya lebay
"Lagian Lo juga ngerusak suasana banget sih" gemas Ayu
"Ya maaf" jawab Elma
Sedangkan teman nya yang lain hanya memutar bola mata malas
"Udah ya han, jangan sedih lagi. Ntar pulang sekolah kita jalan-jalan gimana?" Tawar Glenn berusaha menghibur Jihan
"Gue ikut ya" Jawab Elma semangat
"NGGAK" jawab para sahabat nya kompak. Dan sontak membuat Elma merubah raut wajah ceria nya menjadi kesal
"Kalian semua jahat. Gue gak like pokoknya sama kalian" ucap Elma merajuk dan pergi dari kelas
"eh kenapa dia?" tanya Glenn
"Udah biarin aja. Lagi pula kalau bahas urusan asmara sama Elma juga gak bakalan nyambung" saut Ayu.
"Kenapa gitu?" tanya Tika
"Lu kan tau sendiri gimana dia. Ada yang suka selalu di tolak sama dia heran gue sama tuh bocah. Kalau gue jadi dia, udah gue gaet deh tu semua cowok yang nembak gue" tutur Ayu
"Yee itu kan elu, bukan Elma. Lagian ya mungkin dia tuh memilih yang paling tepat" ujar Glenn
"Kurang tepat apalagi mayoritas cowok yang nembak dia itu ganteng-ganteng dan pinter-pinter lho" ucap Tika
"Jangan kan disekolah ini, dari zaman SMP juga banyak yang nembak dia tapi selalu dia tolak" ucap Ayu.
"Padahal dia tuh cantik, pinter, dan ramah ke semua orang. Gak heran banyak yang suka. Tapi sayang dia selalu bilang Gue gak like" ucap Jihan sambil menirukan gaya bicara Elma