"TERIMA"
"TERIMA"
"TERIMA"
"TERIMA"
"TERIMA"
Jam istirahat yang dasar nya sudah kisruh menjadi tambah kisruh karena ada adegan tembak-menembak yang dilakukan oleh seorang cowok kepada seseorang cewek.
Terlihat seorang pria berseragam SMA, dengan simbol SMA Sinar Cahaya sedang berlutut didepan seorang cewek dengan seragam yang sama di lorong sekolah sambil menyodorkan setangkai bunga mawar yang ia dapat di pot yang ada di depan kelas nya.
Sontak saja aksinya mengundang para siswa lain berkerumun untuk melihat adegan yang sudah sering terjadi ini.
Bagaimana tidak si cewek yang menjadi peran utama dalam adegan siang ini sudah sembilan puluh empat kali di tembak cowok dari zaman SMP dulu. Nah ini nih yang ke sembilan puluh lima kali nya.
"Jadi gimana El? Apa kali ini Lo nerima gue? Gue tau ini kesempatan terkahir buat gue. Karena ini ketiga kali nya gue ngungkapin isi hati gue ke lo. Tapi jujur, dari kelas X sampai sekarang perasaan gue masih sama" ungkap Tegar panjang lebar sambil masih terus berlutut di depan Elma.
Ya, cewek yang sedang di tembak adalah Elma Theana Samudra. Si gadis cantik primadona sekolah yang ramah, ceria, baik hati dan juga pintar. Tak heran banyak kaum Adam yang mengidamkan menjadi kekasih nya.
Namun sayang, belum ada seorang pun yang mampu meluluhkan hati nya.
Setiap di tembak cowok dia bakalan jawab
"Maaf ya, bukan nya gue gak mau. Tapi saat ini gue belum like sama Lo, di coba lagi ya, siapa tau aja besok-besok gue like sama Lo"
Jawaban yang sangat membagong kan bukan????
Dan setiap cowok yang sudah tiga kali nembak seperti si Tegar ini contoh nya. Dia bakalan jawab
"Maaf ya Tegar, gue tau Lo baik, Lo pinter, ketua OSIS lagi. Tapi sampai saat ini gue masih gak like sama Lo. Mungkin Lo bisa dapat cewek yang lebih baik dari gue ya. Maaf ya Tegar"
Nah, gimana mau punya cowok kalau terus-terusan nolak.
Setalah mengucapkan kalimat penolakan yang super duper halus itu. Elma pergi bersama teman se geng nya meninggal kan Tegar yang masih diam mematung ditempat.
Gimana gak broken heart coba. Udah tiga kali nembak masih aja ditolak. Dan berarti setelah ini dia sudah tak memiliki kesempatan lagi untuk menjadi kekasih seorang Elma Theana Samudra.
Gak hanya Tegar. Masih banyak cowok senasib sepenanggungan dengan nya di sekolah ini.
Di kantin
Saat ini Elma sedang berada di kantin sekolah bersama para sahabat nya. Yaitu Ayu sahabat nya dari TK, Jihan, Tika dan Glenn yang merupakan sahabat nya sedari SMA.
"Koq Lo nolak di Tegar sih El?" Tanya Ayu
"Emang nya kenapa? Gue gak like sama dia" jawab Elma santai sambil makan somay nya.
"Padahal Tegar itu ganteng lho. Tajir, pinter, ketua OSIS lagi" ujar Tika
"Nih ya gue kasih tau, dia itu banyak yang naksir. Lo itu beruntung di sukai dia dari zaman MOS tau" tambah Ayu
(MOS = Masa Orientasi Siswa).
"Gue tau, tapi gimana hati gak bisa di paksain kan?" Tanya nya kepada para sahabat nya.
"Gue setuju tuh sama si Elma. Hati tu gak bisa di paksain. Jadi kalau gak suka ya lebih baik gak usah coba-coba" jawab Glenn sambil menikmati makan siang nya.
"Apaan sih Lo ikutan aja" sewot Tika
"Lagian Lo gak kasian apa sama dia. Udah 3 kali lho dia Lo tolak. Perasaan dari kelas X, XI dan terkahir ini nih kelas XII dia nembak Lo" ucap ayu.
"Udah kek ulang tahun aja ya dia nembak Lo El, tiap tahun" timpal Tika sambil cekikikan sendiri
"Iya juga ya. udah tiap tahun dia nembak gue" Batin Elma
"Iya ya, baru sadar gue" saut Glenn
"Udah lah, lagian bukan cuma dia doang kan yang gue tolak. Yang lain juga banyak tau" ucap Elma malas dengan topik pembahasan
"Lagian udah tiga kali juga dia gue tolak. berarti besok-besok gak bakalan dia nembak gue lagi. Biarin deh, biar move on dia dari gue" Tambah Elma.
"Emang Lo gak bosen apa jomblo terus? Udah 50 cowok lebih gue rasa yang nembak Lo, dan total nya udah 95 kali Lo nolak cowok tau gak?"
Ucap ayu tak habis fikir dengan sahabat nya satu ini. Banyak yang naksir tapi semua di tolak. Andai nasib bisa di tukar.
"Kena why??? Gue happy koq. Lagian ya, gue gak mau maksain perasaan, kalau memang gue gak like ya gue gak mau nerima. Buat apa maksain hati kalau kita sendiri gak cinta. Yang ada ya nanti gue malah kejebak didalam hubungan yang gak gue ingin kan" ucap Elma panjang lebar.
"Lo nyindir gue?" Tanya Jihan tiba-tiba.
Lah dari tadi diem Baek koq sekarang malah merasa disindir nih bocah
Batin, Elma, Ayu, Tika dan Glenn
"Lah gue gak nyindir siapa-siapa koq" jawab Elma bingung
"Lagian Lo kenapa si han, dari tadi diem baek?" Tanya Glenn
"Gak papa gue, lagi badmood aja" jawab nya cuek
Memang sedari tadi Jihan hanya diam menyimak pembicaraan para sahabat nya.
"Eh, tapi koq Lo merasa ter sindir sama ucapan Elma? Emang Lo gak cinta apa sama Alan?" Tanya Tika kepo
"Tika b**o, kalau gak cinta gak mungkin Jihan pacaran sama Alan" cerca Ayu
"Au ah pusing gue. Gue duluan ke kelas, bayarin ya Glenn" ucap Jihan lalu pergi meninggalkan ke empat sahabat nya yang masih bingung dengan tingkah nya.
"EH BUSET, KOQ JADI GUE YANG BAYAR SIH, JIHAN?" Teriak Glenn. Tapi tak di indah kan oleh Jihan
"Dia kenapa sih? Ada masalah sama Alan?" Bingung Elma
"Mana gue tau" jawab Ayu
"Udah lah Biarin aja. Mungkin dia butuh waktu buat cerita" ucap Glenn
"Tapi gue ngerasa gak enak deh. Koq dia merasa tersindir sama kata-kata gue ya?" Bingung Elma.
"Udah gak usah di pikirin, mungkin Jihan lagi banyak masalah. Jadi agak sensitif" Jawab Glenn
"Udah yok bayar, abis tu balik ke kelas" Ajak Glenn
"Lo yang bayar semua kan?" Tanya Tika dengan polos nya.
"Lah koq gue?" jawab Glenn
"Jihan Lo bayarin masa kita gak?" Timpal Ayu.
"Kalian pada mau morotin gue nih cerita nya?" Tanya Glenn
"Kalian mau bayar aja ribet banget sih, udah bayar masing-masing aja deh kayak gak bawa uang jajan aja" kesal Elma.
Setelah membayar makanan masing-masing, dan tentu saja Glenn membayar dobel, mereka balik ke kelas mereka untuk menyusul Jihan.