Saat ini mereka sudah sampai di rumah, Arsa dengan sigap langsung menggendong istrinya menuju kamar mereka. Pria tampan berkacamata itu tidak mau ambil resiko jika istrinya akan kelelahan. Alka yang berada di gendongan suaminya langsung segera mengalungkan kedua tangannya di leher Arsa. “Mas, malu di lihat sama orang rumah, Alka bisa jalan, Mas.” ucap Alka yang meminta agar Arsa segera menurunkannya. “Ini rumah kita, nggak akan ada yang berani berbicara macam-macam tentang kamu, atau Mas akan memecatnya,” ucap Arsa dengan tegas sambil terus berjalan menuju kamar utama. “Mas …” tegur Alka, karena dirinya merasa tidak enak hati jika ucapan suaminya itu ada yang mendengarnya. Wanita cantik berbola mata hazel itu benar-benar menjaga perasaan setiap orang yang ada di sekitarnya. Selama Ars

