Waktu pun cepat berlalu, sudah lebih dari dua bulan Alka keluar dari rumah sakit, dan selama itu pula Tedi dan anak buahnya masih menyekap Sergio di markas mereka, dan selama itu pula Sergio masih setia dengan kebungkamannya. Arsa terlihat sibuk mengurusi urusan perusahaan yang sudah ia tinggalkan beberapa waktu. “Boss, dia masih bungkam, kami harus bagaimana?” tanya Tedi yang menjawab penggilan telepon dari Arsa. “Biarkan dulu, saya masih belum bisa ke situ sekarang,” jawab Arsa melalui ponselnya, “Mungkin menjelang sore saya akan ke sana. Cari istrinya dan seret dia ke markas, tempatkan di kamar terpisah,” pinta Arsa yang kemudian segera mengakhiri panggilannya. Dirinya yang dengan setia mendampingi Alka selama berada di rumah sakit, membuat Arsa beberapa hari ini berkutat dengan doku

