Setelah dirinya mendapat teguran dari atasannya yang sekaligus juga sahabat baiknya, membuat Sony tidak berani lagi untuk memikirkan gadis ceria itu kembali. Dirinya dengan sekuat tenaga berusaha untuk mengenyahkan sosok ceria yang selalu membuatnya tersenyum hanya dengan mengingatnya saja. Namun semakin dirinya berusaha mengenyahkan sosok cantik itu dirinya semakin merasa terbelenggu dengan bayangan gadis itu. “Entah sihir apa yang sudah kamu berikan padaku,” lirih Sony dengan memandang lurus ke depan di balkon kamarnya. “Sepertinya aku harus segera bilang padanya, tapi bagaimana?” lanjutnya dengan wajah yang tampak sedang berpikir. Keesokan harinya, di kantor Sony sudah ingin membicarakan masalahnya pada sang sahabatnya itu. Dia sudah tidak mau lagi hanya berkirim pesan dengan gadis ca

