"Suf bangun, bangun. Lo di panggil tu sama Ibu Oja." Yusuf yang tertidur di bangku paling belakang hanya bergumam kecil. Sejak kejadian tadi sore saat Auris yang harus di bawa ke rumah sakit, Yusuf sudah merasa tidak enak badan. Hanya saja Yusuf menahan dirinya agar tidak menunjukkan rasa sakitnya pada Auris. Badan Yusuf bahkan sudah sangat kedinginan. Ia merasa sebentar lagi Yusuf akan step dan meninggal di tempat. "Lo sakit, ke UKS aja sana." Suruh Deffin yang tepat berada di samping tempat Yusuf duduk. "Bangun oi." Deffin kembali menepuk bahu Yusuf berulang kali dengan keras, soalnya Ibu Oja salah satu guru yang galak di kelas mereka, jadi Deffin hanya merasa kasian jika Yusuf harus di hukum. Yusuf yang tidur terlungkup di atas meja dengan tangan yang tadinya menutup wajah langsung

