Kringgg. Jam istirahat berbunyi, para murid berhamburan keluar dari kelas mereka masing-masing, menuju kantin yang terletak di belakang sekolah. Begitu juga dengan Auris, Bella, Mia, Anara dan Adel yang berjalan beriringan. Baru saja mereka akan sampai ke kantin, sebuah suara bariton memberhentikan langkah mereka. "Ris, gue mau ngomong sesuatu sama lo." Auris langsung membalikkan badannya ke belakang untuk melihat Ghali yang barusan berbicara dengannya. "Yaudah ngomong di sini aja." Pinta Auris. "Nggak bisa." Jawab Ghali. "Kenapa?" Tanya Auris dengan wajah yang sudah kesal. Rasanya sangat memuakkan melihat wajah Ghali. "Lo mau nggak? Kalau nggak mau lo nggak bakalan tau apa yang bakalan gue bilang." Auris menatap Ghali dengan sedikit binggung, ia bimbang. Apa harus ikut atau tid

