Extra Part 3

2260 Kata

Malam itu penuh isakan tangis yang membanjiri seisi ruangan. Mata Alya berkaca-kaca menatap layar di depannya saat dia membaca kabar jika setelah lulus Raihan akan menikahi gadis itu. Dan sekarang sudah bertunangan. Mereka sama-sama suka. Hei, lihatlah. Lihatlah ke arah gadis yang bodoh itu. Berani-beraninya jatuh cinta di saat-saat seperti ini. Seperti dia sudah mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan benar saja. Mungkin saat ini benaknya menyalahkan diri sendiri seperti itu. Menganggap bahwa gadis itu bodoh, tidak punya urat malu, dan berani sekali mencintai makhluk yang lebih rendah dari-Nya. Apakah mereka benar-benar saling suka? Apakah Raihan tak memiliki rasa yang sama dengannya? Apakah.... Air matanya kembali menetes. Gadis itu kembali sesenggukan. Dadanya terasa sesak saat meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN