"Sepatumu kotor?" tanya Raihan sembari menatap ke bawah, tempat di mana sepatu Alya terletak. Hampir saja Alya mengangguk, tapi samar. Saat ini Alya memang sedang mencari buku untuk referensi, tetapi pikiran dan tindakannya bertolak belakang. Saat ini otaknya telah diliputi oleh berjuta-juta spektrum kecil yang kapan saja bisa menyetrumnya lalu menyuntikkan sebuah rasa yang bernama cinta. Dengan d**a berdesir dia kembali menatap Raihan, lelaki pujaan hatinya yang begitu memesona. Saat kilatan mata itu beradu dengannya barang sedetik, gadis itu tak bisa lagi menahan luapan cintanya yang kian menjadi lautan. Ya Allah... tiba-tiba rasa ingin memiliki hadir di hatinya. Dia merasa takut kehilangan Raihan. Padahal... dia tidak memiliki hubungan apa-apa. Abi juga telah menyuruhnya untuk janga

