Sudah satu minggu berlalu sejak malam pertama mereka, kini hubungan Ale dan Cinta semakin mesra. Tak ada kecanggungan sama sekali saat mereka menunjukkan cinta dan kasih sayangnya, mereka seperti tak terpisahkan satu sama lain. “Ale, jangan ganggu ih! Besok aku mau ujian.” Protes Cinta saat Ale memeluknya dari belakang seraya mencerukkan kepalanya pada leher Cinta. “Bagaimana kalau belajarnya di lanjut besok lagi, Love? Meskipun tidak belajar, kamu sudah pintar.” Usul Ale yang masih menempel bak perangko. “No Ale... Semampu dan sepintar apapun kita, kita tetap nggak boleh tinggi hati dan sombong dengan kemampuan kita. Karena di atas langit masih ada langit, kamu harus ingat itu!” Pesan Cinta. “Hemm... Jadi berapa hari?” Angguk Ale dengan pasrah. “Hanya satu minggu, mungkin...” “Oh...

