21. Kebenaran yang menyakitkan

1689 Kata

“BOHONG!! Itu nggak benar Yah, Bu. Paman bohong...” Seru Cinta yang berusaha membela dirinya sendiri saat semua menatap dirinya dengan penuh penghakiman. “Bagaimana kalau kita buktikan saja? Kita bisa menggeledah Gudang belakang untuk mencari barang buktinya.” Sahut Heri dengan cepat, dia berusaha untuk meyakinkan semua orang. “Itu nggak benar.” Lirih Cinta dengan pandangan nanar. “Kita buktikan saja, siapa dari kita yang benar...” Sahut Heri yang tersenyum miring. “Bagaimana Mbak, Mas Edi?” Lanjutnya bertanya pada mereka. Edi dan Melisa langsung mengangguk menyetujui, mereka langsung bergegas menuju Gudang belakang di ikuti Heri dan Cinta. Mereka langsung memeriksa dan menggeledah setiap sudut kamar, saat Melisa membongkar lemari Cinta... Netra Melisa langsung membeliak saat melihat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN