Cinta menatap sebuah gedung Rumah sakit tempat dia dulu di rawat dengan tangan yang menggenggam sebuah amplop putih, amplop berisi uang yang selama ini dia kumpulkan dari hasil pekerjaannya sebagai Pemulung sampah. Dia mengumpulkan sampah botol-botol plastik dan kaleng untuk dia jual pada Juragan mandor dekat tempat tinggalnya. “Minggir, Mbaknya kalau mau mengemis jangan di sini!” Usir Satpam Rumah sakit tersebut. “Tidak Pak, aku bukan Pengemis. Aku hanya ingin bertemu seseorang.” Jelasnya dengan cepat. “Tetap saja Pengemis, Pemulung dan Gelandangan di larang masuk sini!” Kekeh Satpam itu tak mengizinkan Cinta masuk karena penampilan Cinta yang memakai celana dan kaos lusuh, wajah dan tubuh Cinta yang nampak kotor membuat penampilan Cinta seperti Gelandangan. “Aku mohon Pak, aku hanya

